Plt Ketua TP PKK Sulsel Harap Edukasi Gizi Anak Digiatkan

Baaca.id, MAKASSAR – Kesehatan anak-anak harus lebih diperhatikan. Plt Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sulsel, Naoemi Octarina berharap edukasi, terutama tentang gizi untuk anak-anak terus digiatkan.

Permintaan tersebut ia sampaikan saat menghadiri bakti sosial (Baksos) yang diselenggarakan oleh Departemen Ilmu Kesehatan Anak (DIKA) Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin di Jalan Pannampu, Sabtu (23/10/ 2021).

Istri Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman itu mengatakan, baksos tersebut bisa jadi momen yang sangat tepat untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama ibu-ibu yang memiliki anak-anak bayi dan balita ataupun anak-anak 12 tahun ke atas.

Terpenuhinya gizi buat anak-anak itu dipercaya bakal menekan angka stunting di Sulsel.

“Kita berharap agar kegiatan ini bisa terus berjalan karena masyarakat butuh banyak edukasi terutama tentang gizi untuk anak-anak. Jadi, kita perlu ubah fikiran orang tua untuk asupan gizi untuk anak-anak,” harapnya.

Lanjut, Naoemi Octarina menyerukan permintaan kepada para orang tua mengikutkan anak-anak berusia 12 tahun ke atas pada gerakan vaksinasi. Mengingat belajar tatap muka akan segera dimulai.

Dia pun mengingatkan, penurunan jumlah warga terpapar Covid-19 yang ditunjukkan status PPKM level 2 di Makassar jangan membuat masyarakat lengah menerapkan protokol kesehatan.

Di tempat yang sama, Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Aidah Juliaty mengatakan, bahwa kegiatan ini sudah rutin dilaksanakan tiap enam bulan sekali mengadakan bakti sosial, dalam hal ini pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, dari Universitas Hasanuddin sendiri memiliki tiga rana yakni Tridharma perguruan tinggi sudah masuk di dalamnya pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Untuk pengabdian masyarakat, secara rutin akan kita laksanakan,” ucapnya.

“Kita berharap semoga kegiatan ini bisa bermanfaat dan bisa memberikan penyuluhan dan membuka pikiran warga tentang penyuluhan vaksinasi covid 19 dan imun terbaru yang sudah bisa dilakukan kepada anak-anak di usia 12 tahun keatas. Sehingga, para orang tua ini patuh Imunisadai dan mau ke puskesmas,” tandasnya. (*)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button