Polda Jabar Sebut Tak Ada Pelanggaran Etik di Kasus Pedagang yang Mengadu ke Jokowi

BAACA.IDKepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) mengatakan tidak ada pelanggaran kode etik, disiplin, prosedural, normatif, objektif serta netral yang ada di dalam pemeriksaan kasus pedagang yang melapor ke Jokowi karena kerabatnya ditangkap usai melawan preman.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap semua anggota yang terlibat dalam pemeriksaan kasus tersebut. Begitu juga dilakukan pemeriksaan pada proses penyelidikan dan gelar perkara telah dilakukan.

“Berdasarkan hasil investigasi, proses kasus tersebut tidak ditemukan adanya penyimpangan prosedural, normatif, serta netral dan berjalan sesuai dengan aturan-aturan,” katanya Sabtu (23/4).

Ia juga mengatakan perintah dari Jokowi saat menerima aduan warga ini langsung ditindaklanjuti dengan melakukan investigasi ke Polresta Bogor Kota terkait penanganan kasus pengeroyokan yang dilakukan Ujang Sarjana.

“Sejak permasalahan ini bergulir, Polda Jabar sangat respon dengan kondisi tersebut. Hal ini ditunjukan oleh atensi Kapolda Jabar untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap kasus posisinya, dari sisi objektif, normatif serta prosedur-prosedur hukumnya,” katanya.

Adapun audit investigasi dilakukan sejak Jumat (22/4) hingga Sabtu (23/4) di Mako Polresta Bogor Kota. Menurutnya dalam investigasi menggunakan tolak ukur KUHAP dan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 6 Tahun 2019 tentang manajemen penyidikan. Lalu soal dikatakan adanya pungutan liar atau pungli, pihak akan melakukan penyelidikan terkait laporan pungli tersebut.

“Spirit dalam kasus penanganan ini kita cukup support kepada kedua belah pihak agar mendapatkan rasa keadilan. Sejak dari awal kasus ini sudah diupayakan untuk restorative justice namun belum ada titik temu dari kedua belah pihak sehingga akhirnya dilakukan penegakan hukum,” ujarnya.

Baca Juga:

Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan pedagang yang diadukan kepada Presiden bernama Ujang Sarjana. Namun, polisi menduga bahwa pelapor bernama Andriansyah bukan melakukan kegiatan pungli melainkan perebutan lapak jualan di wilayah pasar tersebut.

Kasus itu pun dilaporkan ke polisi dan diusut hingga akhirnya Ujang ditetapkan sebagai tersangka. Polisi telah merampungkan dan mengirim berkas perkara ke Kejaksaan pada 17 Februari. Tersangka dan barang bukti kemudian dilimpahkan ke Jaksa untuk dilakukan penyusunan surat dakwaan pada 18 Maret 2022.

Dalam kasus ini, proses penetapan tersangka sempat digugat praperadilan dengan nomor perkara: 02/Pid.Pra/2022/PN.Bg. Namun, sidang praperadilan memutuskan bahwa penangkapan yang dilakukan oleh Polsek Bogor Tengah Sah Secara Hukum.

Kasus ini viral setelah pedagang di Pasar Bogor meminta bantuan kepada Jokowi yang berkunjung ke sana agar membantu membebaskan anggota keluarga mereka yang dipenjara karena melawan preman yang melakukan pungutan liar (pungli).



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button