Polda Kaltara Tangkap Polisi Miliarder, Punya Aset Miliaran Hingga Tambang Emas Ilegal

BAACA.ID – Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Kaltara) menangkap seorang polisi miliarder bernama Brigadir Satu (Briptu) Hasbudi terkait pelanggaran kepemilikan tambang emas ilegal. Ia ditangkap Bandara Juwata, Tarakan, Kalimantan Utara, Rabu (4/5/2022) siang saat hendak mudik ke Sulawesi Selatan.

Penangkapan Hasbudi merupakan tindak lanjut usai polisi menangkap 5 tersangka lainnya terkait dengan kasus menjerat Hasbudi. Penangkapan ini sempat bikin heboh di bandara sebab saat ditangkap, anggota keluarga lain juga turut menyaksikannya.

Miliki Tambang Emas Ilegal dan Bisnis Pakaian Bekas dan Narkoba

Kabid Humas Polda Kaltara, Kombes Pol Budi Rachmat mengatakan penangkapan ini berdasarkan aktifitas ilegal mining, penambangan emas ilegal di Desa Sekatak Buji, Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan. Perusahaan penambang emas di Bulungan PT Banyu Telaga Mas (BTM) juga mengonfirmasi hal tersebut.

“Polda Kaltara membentuk tim khusus gabungan Ditreskrimsus, Polres Bulungan dan Polres Tarakan untuk melaksanakan lidik dan sidik. Dari penyelidikan, ditemukan benar di lokasi tersebut terdapat kegiatan penambangan emas yang dilakukan secara ilegal,” katanya dilansir dari Tribun Timur.

Adapun sejumlah barang bukti turut diamankan terkait dengan kegiatan tambang emas ilegal itu telah diamankan sebelumnya dengan rincian yakni 3 unit eskavator, 2 unit mobil truk, 4 drum berisi sianida dan 5 karbon perendaman.

Diketahui lokasi kegiatan penambangan emas milik Hasbudi bukan di bawah Surat Perintah Kerja (SPK) maupun Join Operation (JO) PT BTM sehingga kegiatannya ilegal.

“Jenis pekerjaan yang dilakukan yaitu penambangan dan pengolahan material tanah menggunakan bahan kimia jenis CN untuk mendapatkan emas. Pengolahan dengan metode rendaman,” ujarnya.

Penangkapan ini dipimpin langsung oleh Dirreskrimum Polda Kalimantan Utara, AKBP Hendy F Kurniawan. Menurut Hendy, dari hasil penulusuran Hasbudi disebut punya bisnis selain tambang emas ilegal yakni narkoba dan bisnis pakaian bekas dari luar negeri.

“Kita juga masih mendalami tindak pidana lain yang dilakukan HSB. Kita bekerja sama dengan Bea Cukai, kita libatkan anjing pelacak K9 untuk mengendus narkoba,” katanya.

Selain Briptu Hasbudi, polisi mengamankan lima orang lainnya. Masing-masing berinisial A, P, K, M dan W. Seluruhnya ditangkap saat sedang menunggu jadwal penerbangan Lion Air tujuan Makassar, Sulawesi Selatan.

Baca Juga:

Dijuluki Crazy Rich dan Asetnya Puluhan Miliar

Hasil penulusuran polisi juga telah menggeledah rumah kediaman Hasbudi di Jalan Mulawarman, RT 24 Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat. Dokumen penting seperti perhiasan emas, jam tangan bermerek, 2 unit mobil yakni Toyota Alphard dan Honda Civic disita.

Serta ada juga 5 unit speed boat, uang tunai puluhan juta rupiah, sejumlah alat komunikasi, belasan rekening dan 1 unit rumah yang masih dalam pembangunan juga ikut disita.

“Aset HSB (Hasbudi) yang kami sita, nilainya mencapai puluhan miliar. Selain itu kita temukan peluru kaliber 556 dan 9 mm. kita belum temukan senjatanya,” kata Hendy.

Selain dikenal sebagai anggota Bintara Polri, Briptu Hasbudi tersohor di Benuanta karena kesuksesannya sebagai pengusaha muda. Pemuda berusia 28 tahun ini mengelola bisnis jual beli udang dan kepiting, serta memiiki tambak.

Bahkan disebut-sebut sebagai crazy rich asal Kota Tarakan. Selain sukses berusaha, Briptu Hasbudi juga aktif sebagai pengurus di sejumlah organisasi.

Lebih lanjur Hendy menyebut Polda Kaltara telah berkoordinasi dengan Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melacak aset Hasbudi yang diduga ada di beberapa daerah.

“Dari analisa catatan, itu menggunakan beberapa rekening. Kemudian asetnya ada di beberapa wilayah, dan dari Polda Kaltara tidak memiliki unit atau perangkat asset tracing. Tapi kami sudah berkoordinasi dengan Deputi Penindakan KPK Irjend Pol Karyoto untuk bantuan asset tracing dan analisa transaksi terkait dengan perkara dugaan undang-undang perdagangan, juncto TPPU terhadap HSB,” ujarnya.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button