Polemik Tambang Marmer Bontocani Ketua Komisi III DPRD Bone Warga Pro Tambang Dan Tak Ada Dampak

Baaca.id, BONE — Menindak lanjuti tuntutan aspirasi para aliansi tolak tambang Bontocani pihak DPRD Kabupaten Bone Sulawesi Selatan menggelar (RDP) Rapat Dengar Pendapat pada Senin 17 Mei 2021 bulan lalu diruang rapat Komisi III DPRD Bone.

Ketua Komisi III DPRD Bone H.Andi Suaedi mengatakan berkat konsultasi saya dengan ESDM Provinsi soal tambang tersebut itu lengkap tidak ada masalah tinggal menunggu perintisan akses jalan menuju ke lokasi tambang tersebut.

“Disana kan belum ada kegiatan apapun dan mengenai aliansi ini hanya sebagian saja cuma dua orang mahasiswa yang berasal dari sana selebihnya bukan dari warga Bontocani,”ujarnya.

Kepala Desa dan masyarakat disana itu pro terhadap tambang tidak ada yang menolak jadi saya bilang tidak usah dipermasalahkan.

“Lagian juga tidak ada kewenangan Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi untuk mencabut izinnya,”ujarnya saat dikonfirmasi Sabtu 5/6/2021.

Lebih jauh Andi Suaedi menjelaskan bahwa berbicara mengenai amdal belum ada kegiatan jadi belum bisa dinilai.

“Itukan batu marmer semacam gergaji tidak ada dampak lingkungan yang bisa ditimbulkan jadi tidak ada yang perlu dikawatirkan mengenai tambang tersebut
menurut saya mungkin ini ada ulah oknum-oknum yang sengaja memanas-manasi orang disana apalagi ini tidak lama lagi disana akan diadakan Pemilihan Desa bisa jadi disusupi politik,”ungkapnya.

Kemarin kami dari Komisi III ingin ke lokasi bersama Pak Kapolsek Bontocani Kepala Desa Bulusirua dan Kepala Desa Bulu Jai takutnya ketika kita turun kelokasi bersama teman-teman aliansi disuruh balik oleh warga.

“Karena mayoritas warga disana mendukung tambang secara regulasi tidak ada yang dilanggar makanya Pemerintah mengeluarkan izin,”ungkap Andi Suaedi.

Sementara itu pihak dari aliansi tolak tambang Bontocani Muh.Idris Andi Pallogie secara tegas tetap akan melakukan perlawanan.

“Apapun resiko tetap akan menolak tambang tersebut saya menilai tanggapan Bapak Anggota Dewan yang terhormat kita Andi Suaedi tidak berpikir terlalu jauh dan tanggapan diatas terlalu beresiko bahkan seolah bukan sebagai penengah dalam hal ini.

Secara regulasi izin produksinya memang sudah diterbitkan hanya kami pertanyakan adalah kenapa izin produksinya bisa diterbitkan tanpa memperhatikan hal-hal yang dianggap penting.

“Sampai saat inikan selaku pengelola Das Walannae sebagai Balai Pompengan belum pernah berkomunikasi dengan pihak tambang.

Berbicara soal dampak dan mengatakan tidak ada dampaknya itu sangat beresiko tidak ada tambang yang tidak merusak.

“Jadi tolong bapak Andi Suaedi bisa berpikir sedikit lebih jauh jangan sampai nanti terjadi dampak baru kita menyesal,”ujarnya.

Sedikit saya mencoba memberikan analogi sederhana sebagai pembanding dengan kata-kata Bapak Anggota Dewan kita diatas.

“Seumpama baut roda mobilnya longgar semua,apakah masih mauki mengemudikannya dengan menempuh jarak jauh..?? ujar Pria yang kerap dipanggil Lilo ini.

Memang lokasi tambang tersebut bukan kawasan lantas bagaimana dengan aksesnya apakah ada yang bisa menjamin bahwa itu bukan daerah kawasan hutan..???

“Jadi haram bagi saya diwilayah itu ada tambang setidaknya kita bisa mencegah sebelum terjadinya kerusakan jangan rusak baru kita mau mencegah,”tegas Muh.Idris Andi Pallogie.(far)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button