Pro Kontra Partai Mahasiswa Indonesia: Banjir Kecaman Hingga Diminta DPR Ikut Pemilu

BAACA.ID – Kehadiran Partai Mahasiswa Indonesia di tengah gerakan demonstrasi mahasiswa menimbulkan polemik. Banyak kecaman muncul terhadap pembentukan partai ini yang dinilai bisa menjadi cara memecah gerakan mahasiswa.

Apalagi partai ini bukan hanya isapan jempol belaka namun telah resmi terdaftar sebagai partai di Kementerian Hukum dan HAM sejak awal tahun ini. Hal ini tertuang dalam surat Penyampaian Data Partai Politik yang Telah Berbadan Hukum dari Kemenkumham, tercantum data Partai Mahasiswa Indonesia, memang benar ada Partai Mahasiswa Indonesia yang diakui negara. Di dokumen ini tertulis Nomor Keputusan Menteri Hukum dan HAM untuk Partai Mahasiswa Indonesia, yakni M.HH-6.AH.11.01 TAHUN 2022 Tanggal 21 Januari 2022.

Partai ini dipimpun oleh Eko Pratama yang juga menjabat sebagai Ketua Aliansi BEM Nusantara. Saat ini aliansi ini sedang terpecah menjadi dua kubu yaitu kubu Dimas Prayoga dan kubu Eko Pratama.

BEM Nusantara kubu Eko sempat menemui menemui Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Jenderal TNI (Purn) Wiranto. Dalam aksi 11 April 2022 lalu, kubu BEM Nusantara Eko Pratama juga diduga tak terlibat.

Ini menjadi hal yang dinilai mencederai gerakan mahasiswa. Di saat gerakan mahasiswa sibuk dengan isu perpanjangan masa jabatan, wacana 3 periode, dan kenaikan harga-harga. Namun disisi lain ada partai resmi yang dibentuk dengan memakai nama mahasiswa Indonesia.

“Eits, pas kawan-kawan lain sibuk menolak gagasan perpanjangan masa jabatan, wacana 3 periode, dan kenaikan harga-harga. Eh ada yang buat partai dengan mencatut nama Mahasiswa Indonesia nih guys,” tulis @bangsamaha××××× dikutip dari Suara.com, Minggu (24/4/2022).

Baca Juga:

Hadirnya partai ini juga dinilai tidak tepat di tengah kontestasi politik di Indonesia. Utamanya dalam hal mahasiswa sebagai pengurusnya yang notabene tidak diperbolehkan melakukan politik praktis.

“Di statuta universitas ada larangan bagi mahasiswa jika berpolitik praktis. Berpartai adalah area politik praktis,” kata Analis Sosial dan Politik Universitas Negeri Jakarta, Ubedillah Badrun dikutip dari Tempo.

Ia menjelaskan akan berbahaya jika mahasiswa sudah masuk area politik praktis. Bila sekelompok mahasiswa membuat partai artinya ada kepentingan politik praktis yang bertentangan dengan hakikat universitas sebagai entitas kaum terpelajar yang selalu bergumul dengan ilmu pengetahuan.

“Pada titik ini, keberadaan partai mahasiswa berpotensi tinggi memecah belah mahasiswa. Artinya bisa saja sengaja dibuat untuk memecah konsentrasi mahasiswa yang sedang melawan pemerintah,” jelasnya.

Selain itu BEM Nusantara kubu Dimas Prayoga mengecam keras adanya partai yang membawa nama mahasiswa itu. Ia menyebut partai itu partai siluman karena pemilihan Eko menjadi ketua umum juga tidak jelas.

“Kami dari BEM Nusantara sangat menyesalkan dan mengecam keras dengan munculnya partai yang mengatasnamakan dan memakai kata mahasiswa dalam nama partai tersebut. Ini sebuah pengklaiman yang sangan merugikan bagi seluruh mahasiswa Indonesia,” ujar Sekretaris Pusat BEM Nusantara Ridho Alamsyah, kubu Koordinator Pusat Dimas Prayoga

Namun demikian Ridho memastikan Partai Mahasiswa Indonesia tidak merepresentasikan seluruh mahasiswa Indonesia. Hal ini dikarenakan mahasiswa selalu menjadi pengontrol kebijakan pemerintah.

“Sekali lagi kami tegaskan bahwa partai tersebut sama sekali tidak merepresentasikan semua mahasiswa Indonesia yang sejatinya selalu menjadi agen of control dari setiap kebijakan yang di keluarkan oleh pemerintah. Dan kami dari BEM Nusantara sama sekali tidak memiliki keterlibatan dalam partai tersebut,” katanya.

Sebelumnya Partai ini juga mulai dibicarakan usai diucapkan oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad saat menerima audiensi dari perwakilan massa demonstrasi mahasiswa dan buruh, 21 April 2022. Ia pun meminta Partai Mahasiswa Indonesia ikut bersaing di Pemilu 2024 mendatang.

“Nah, kita ucapkan selamat datang. Mari kemudian berkompetisi, cari kursi di DPR yang bersama-sama bisa memperjuangkan hak kalian dengan kami,” ujarnya.

Ia mengaku telah mengecek status Partai Mahasiswa Indonesia di Kemenkumham. Ia pun memastikan partai tersebut telah resmi terdaftar dan bila lolos verivikasi bisa ikut pemilu nanti.

“Saya sudah cek memang benar sudah lolos Kumham tinggal nanti verifikasi untuk Pemilu. Dengan mahasiswa yang segini banyak harusnya bisa bersama-sama merebut kursi di DPR memperjuangkan aspirasi mahasisswa,” katanya.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button