PTM Dimulai, Andi Sudirman Ingatkan Tetap Terapkan Prokes dan Vaksinasi

Baaca.id, MAKASSAR – Seiring menurunnya kasus terdampak Covid-19, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas pun mulai dilakukan. Terutama di tingkat SMA/sederajat.

Catatan Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, ada 633 sekolah yang telah menerapkan PTM secara terbatas. Setelah mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. PTM terbatas itu bisa dilakukan di wilayah yang menerapkan PPKM Level 1, 2, dan 3.

“Alhamdulillah, PPKM Luar Jawa-Bali yang kembali diperpanjang sudah tidak ada kabupaten/kota di Sulsel yang level 4. Dan sudah lebih 600 sekolah yang mulai melakukan pembelajaran tatap muka,” tutur Plt Gubernur Sulsel. Andi Sudirman, Rabu (22/9/2021).

Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 2021 mencatumkan, sudah tidak ada lagi daerah di Sulsel yang masuk dalam PPKM Level 4. Disebutkan, ada 18 kabupaten/kota di Sulsel yang masuk dalam PPKM Level 2 dan 6 kabupaten/kota yang masuk dalam PPKM Level 3.

Adapun daerah dengan penerapan PPKM Level 2 yaitu Kabupaten Kepulauan Selayar, Bulukumba, Jeneponto, Takalar, Gowa, Bone, Maros, Pangkajene Kepulauan, Barru, Wajo, Sidenreng Rappang, Enrekang, Luwu, Luwu Utara, Toraja Utara, Kota Makassar, Kota Parepare, dan Palopo. Untuk Level 3 yaitu Kabupaten Bantaeng, Sinjai, Soppeng, Pinrang, Tana Toraja, dan Kabupaten Luwu Timur.

Turut diatur SKB 4 Menteri dan Inmendagri, bagi level 1-3 bisa melakukan PTM dengan kapasitas PAUD 33 persen, SD, SMP, SMA/sederajat 50 persen, dan SLB 62 – 100 persen.

Karena itu, Andi Sudirman pun memberikan lampu hijau pelaksanaan PTM di sejumlah daerah di Sulsel. “Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan vaksinasi oleh tenaga pendidiknya,” pintanya.

Andi Sudirman kembali mengingatkan, terus menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat serta mendorong pelaksanaan vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan serta pelajar diatas usia 12 tahun. Guna membangun herd immunity.

“Kita mengikuti arahan Mendagri, PTM terbatas dengan protokol kesehatan harus diperketat. Serta kita terus mendorong percepatan vaksinasi,” tegasnya. (*)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button