Rammang-Rammang Maros, Pegunungan Karst Terbesar Ketiga di Dunia

Baaca.id — Kata Rammang-Rammang berasal dari Bahasa Makassar, yang artinya sekumpulan awan atau kabut. Karena dilihat dari kondisi Rammang-Rammang Maros yang setiap paginya selalu ada kabut, dan berlaku di semua musim apa pun.

Yang membuat tempat Rammang-Rammang Maros menjadi terkenal yaitu karena adanya pegunungan karst yang mengelilingi tempat ini, baik di sisi darat ataupun sungainya. Kondisi lingkungan ini membuat pemandangan Rammang-Rammang Maros menjadi sangat indah dan eksotis.

Rammang-Rammang Maros sudah terbentuk sekitar 30 juta tahun yang lalu. Akan tetapi di lingkungan ini diperkirakan baru mulai ditempati oleh manusia sekitar 40 ribu tahun yang lalu. Jejak manusia di masa lalu tersebutlah yang hingga saat ini masih bisa dinikmati oleh para wisatawan melalui tulisan tangan dan simbol yang terdapat pada dinding gunung.

Rammang-Rammang Maros  baru dikembangkan pada tahun 2014 oleh masyarakat yang ada di Desa Salenrang. Wilayah ini akhirnya dibuka untuk umum. Sejak perkembangan tersebut, akhirnya warga mulai mengenal tempat wisata tersebut terutama pada saat ditayangkan di media sosial.

Rammang-Rammang memiliki banyak fosil yang ditemukan di gua-gua yang berada di sekitar Rammang-Rammang Maros dan menjadi salah satu peninggalan sejarah manusia purba di Sulawesi Selatan.

Berdasarkan lansiran dari suara.com Rammang-Rammang Maros sudah dinyatakan sebagai pegunungan karst terbesar ketiga di dunia, yang memiliki 45.000 hektare sesudah Tsingy di Madagaskar dan Shilin di Cina. UNESCO pun sudah memasukkan pegunungan karst Rammang Rammang ini sebagai World Heritage Site.

Untuk mencapai tempat Rammang-Rammang, wisatawan harus menempuh perjalanan sekitar 2 jam dengan menggunakan kendaraan motor. Setelah sampainya di Rammang-Rammang, wisatawan dapat menyewa kapal dan berkeliling di area Rammang-Rammang dengan melewati Sungai Pute. Melalui sungai ini, pengunjung bisa mengunjungi dua taman hutan batu kapur yang akan kita bahas dibawah ini.

Wisata di Wilayah Rammang-Rammang Maros

1. Sungai Pute

Sungai Pute yaitu akses jalan yang harus dilalui para wisatawan yang akan berwisata ke Rammang-Rammang. Perahu kecil yang disebut Katinting pun sudah disiapkan oleh petugas sebagai  transportasinya. Sungai yang memiliki makna putih ini mengalir diantara bebatuan karst.

Akan tetapi, sungai ini bukan hanya rute yang harus dilalui oleh wisatawan saja. Dikarenakan sungai ini mempunyai pesona alam yang sangat mengagumkan, jadi perjalanan ini akan terasa seperti rekreasi. Berbagai tanaman khas seperti Nipah dan Bakau akan menyambut para wisatawan yang melintasi area sungai ini.

2. Kampung Berua

Cekungan dinding batuan di sekitar aliran sungai menjadikan sebuah tanda sebagai pintu masuk kampung berua. Kampung berua yaitu sebuah danau yang besar, yang berada di lokasi tengah perbukitan karst. Hal ini ditunjukan oleh banyaknya peninggalan dan bukti arkeolog yang semakin mendukung.

Dikarenakan letak kampung yang di kelilingi oleh bukit karst, jadi sudah pasti kampung ini terlihat seperti cekungan. Pada bagian sisi kiri jalan papan, terdapat 3-4 Deretan rumah panggung suku bugis.

Kemudian di bagian kanannya juga terlihat hamparan bentangan sawah dan beberapa petak tanaman perairan yang di budidayakan oleh masyarakat. Jumlah rumah panggung yang ada di kampung berua tidak banyak, karena hanya memiliki kurang dari 10 rumah. Dan letak nya pun terpisah, ataran rumah satu dan rumah yang lainnya.

3. Telaga Bidadari

Ketika perjalanan melewati Sungai Pute, wisatawan akan melewati dermaga kecil yaitu Dermaga Telaga Bidadari. Dermaga tersebut merupakan titik pertama untuk menuju ke telaga yang berada di tengah bukit kapur, yaitu telaga Bidadari.

Nama Telaga Bidadari ini merujuk pada cerita yang menyebutkan bahwa tempat ini adalah area bidadari mandi. Hal ini dikarenakan tempatnya sedikit tersembunyi serta diapit oleh bukit batuan karst yang tinggi.

Baca Juga:

4. Situs Pasaung

Salah satu tempat yang mempunyai sejarah menarik yang ada di Kampung Berua yaitu situs Pasaung. Pasaung dalam bahasa Makassar mempunyai arti menyabung. Penamaan ini tidak lepas dari sering dipakainya tempat ini sebagai area untuk menyabung ayam.

Selain itu, di wilayah situs Pasaung ini terdapat peninggalan prasejarah lainnya yaitu berupa lukisan yang terdapat pada dinding gua. Lukisan-lukisan tersebut diperkirakan berusia sekitar 15,000-20,000 tahun. Lukisan yang terdapat di gua ini adalah gambar telapak tangan manusia yang memiliki warna merah.

Kemudian, pada bagian dinding lainnya juga ada lukisan gambar yang menyerupai seekor kingkong. Jadi area ini disebut dengan julukan Kingkong Stone.

5. Gua Bulu Barakka

Gua ini berada tidak jauh dari wilayah Hutan Taman Batu Kapur Rammang-Rammang. Sedangkan dalam bahasa bugis, Bulu artinya gunung dan Barakka artinya berkah dari yang Maha Kuasa. Di gua ini, kamu bisa menemukan arkeologi yang berupa cap tangan yang dipercaya merupakan cap tangan dari manusia purba yang hidup kurang lebih ribuan tahun.

6. Gua Telapak Tangan

Ada satu jalur dengan telaga bidadari yang jaraknya 2 km dengan berjalan kaki. Di gua ini terdapat peninggalan arkeologi yang bisa kamu temukan berupa telapak tangan manusia purba, gambar binatang dan gambar perahu yang dihasilkan oleh manusia purba.

Tiket Rammang-Rammang Maros

Harga tiket untuk masuk Rammang-Rammang yaitu sekitar Rp 200,000-Rp 300.000 untuk per perahu. Harga sewa perahu untuk 1 sampai 4 orang yaitu Rp. 200.000 per perahu untuk pulang pergi. Awal keberangkatan yaitu dari dermaga ke Kampung Benua. Harga sewa perahu untuk 7 orang yaitu Rp. 250.000. Sedangkan untuk yang bermuatan lebih dari 10 orang adalah Rp. 300.000. Untuk harga, bisa berubah sewaktu-waktu.

Fasilitas Rammang-Rammang Maros

Fasilitas lainnya yang bisa kita nikmati ditempat ini yaitu terdapat Kafe dan penginapan. Kafe sederhana ini milik warga lokal,  tidak untukmenyiapkan tempat makan dan minum cukup eksklusif dengan harga murah saja, akan tetapi disuguhkan dengan penginapan yang unik dan bernuansa alam. Penginapan yang berbentuk gubuk kecil dengan fasilitas tempat tidur, kamar mandi, dan ruangan yang sejuk yaitu ditarif dengan harga Rp 350.000 per malam.

Lokasi Rammang-Rammang Maros

Untuk para wisatawan yang akan datang, kamu bisa mengunjungi Rammang-Rammang Maros ini berada di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Yang memiliki jarak sekitar 40 km di sebelah utara Kota Makassar. Sebelum berangkat ke tempat ini, ada baiknya kalian siapkan uang tunai untuk membayar sewa perahu. Karena salah satu cara untuk menikmati tempat wisata ini yaitu dengan memakai perahu untuk menuju Kampung Benua.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button