Respons Mahfud MD Terhadap Ketua MK Bakal Nikahi Adik Jokowi: Tidak Ada Pelanggran Hukum

BAACA.ID, MAKASSAR – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) sekaligus Menko Polhukam RI, Mahfud MD, memberikan tanggapannya, terhadap Ketua MK, Anwar Usman yang bakal menikahi Idayati, adik kandung Presiden RI, Joko Widodo.

Dikatakan Mahfud MD, tak ada pelanggaran hukum ataupun pelanggaran kode etik dari rencana Anwar Usman.

“Tak ada pelanggaran hukum ataupun pelanggaran etik dari rencana Ketua MK untuk menikah,” kata dia, Kamis (24/3/2022).

Yang terpenting, lanjut Mahfud MD, seorang ketua MK harus punya integritas. Ia menambahkan, yang harus dipermasalahkan, ialah orang yang berzinah tapi belum atau tidak menikah.

“Mau menikah atau tidak menikah lagi, ketua MK itu harus punya integritas,” ujarnya, “Yang harus dimasalahkan justru orang yang tidak menikah tapi berzina,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui, rencana pernikahan kedua pihak tersebut bakal digelar pada Mei 2022.

Feri Amsari, selaku Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas, mengatakan, dari pernikahan tersebut berpotensi untuk menimbulkan dampak terhadap ketatanegaraan.

Apalagi, tambah Feri, Anwar selaku Hakim Konstitusi akan menyidangkan perkara-perkara yang berkaitan dengan kepentingan politik Presiden.

“Misalnya pengujian UU IKN [Ibu Kota Negara]. Konflik kepentingan akan muncul dalam setiap pengujian UU karena Presiden adalah salah satu pihak. Konflik kepentingan ini harus dijauhi Ketua MK agar lembaga peradilan tetap punya muruah,” ujar Feri sebagaimana dilansir dari CNNIndonesia.

Berpotensi konflik juga turut disampaikan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie. Meski begitu, konflik kepentingan tersebut tergantung dengan kasus yang ditangani MK. Menurutnya, masalah konflik kepentingan ini tak bisa disamaratakan untuk seluruh perkara.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button