SDC Hadir Perkuat Daya Saing Tenaga Kerja

Baaca.id, MAKASSAR — Memperkuat daya saing tenaga kerja diperlukan kerja sama lintas sektoral. Demikian disampaikan Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi.

Menurut istri mantan bupati Sidrap, Rusdi Masse itu, kerja sama lintas sektoral itu bisa dimulai dari pusat ke tingkat provinsi, hingga ke kabupaten/kota.

Kerja sama itu juga bisa dilakukan dengan menyinkronkan antara sektor pendidikan dengan dunia industri. Tak kalah pentingnya, kualitas pelatihan bagi tenaga kerja mesti diperhatikan.

“Permasalahan utama yang terjadi dalam dunia ketenagakerjaan kita adalah tidak terjadinya link and match dunia pendidikan dengan dunia industri dan permasalahan pelatihan yang tidak terstandarisasi,” ungkap Fatmawati.

Baru-baru ini, Skill Development Center (SDC) Makassar menggelar Forum Grup Discussion (FGD). Temanya, peran dunia usaha dan industri dalam pemgembangan dunia usaha dan industri dalam pengembangan industri unggul menuju Kota Makassar dua kali tambah baik.

Di kegiatan tersebut, Fatmawati menyatakan, kehadiran SDC juga salah satu solusi dalam mengatasi masalah ketenagakerjaan.

Dalam menjalankan misinya, SDC juga melibatkan dan membangun koordinasi dengan berbagai pihak. Yakni, sejumlah lembaga pendidikan seperti SMK, BLK, LPK, universitas maupun politeknik.

Dilibatkan pula, para pelaku dunia usaha dan industri, sejumlah komunitas dan pemerintah daerah.

“Unsur inilah yang akan berkoordinasi mengatasi masalah utama ketenagakerjaan di daerah antara lain mismatch dalam penyiapan kompetensi tenaga kerja serta keterbatasan kapasitas pelatihan dan sertifikasi yang berdampak pada rendahnya daya saing dan tingginya angka pengangguran,” jelasnya.

Program SDC sendiri, dirancang untuk dapat melaksanakan lima fungsi. Yaitu, pelatihan, pemagangan, uji kompetensi, sertifikasi, dan penempatan angkatan kerja.

Ditahun 2021 SDC Kota Makassar berkolaborasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Makassar telah mengadapakan pelatihan berbasis kompetensi dan telah melatih 632 peserta warga di Makassar dalam 18 program pelatihan.

“Kota Makassar juga membutuhkan ribuan tenaga terampil dalam sektor konstruksi seperti kelistrikan, welding, sektor pariwisata seperti tour guide, barista, sektor retail dan industri pengolahan seperti rumput laut dan yang sedang trend komoditas porang. Kami berharap selain mereka diserap oleh dunia usaha juga mampu menjadi wirausaha mandiri,” harap Fatmawati.

Fatma juga menyebutkan ada satu program terbaru yakni MAVEC (Makassar Economic Virtual Center) untuk menjadikan Kota Makassar menjadi central hub dan etalase pertumbuhan ekonomi digital sebagai Supermall Virtual bagi produk Kota makassar dengan coverage pasar seluruh dunia.

“Saya berharap SDC Kota Makassar juga ikut membantu menyiapkan dan melalui acara ini akan tercapai persamaan persepsi tentang rancang bangun SDC sebagai rekayasa kelembagaan dalam peningkatan koordinasi,” pungkasnya. (*)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button