Sempat Ngeles, Sopir NA tak Berkutik Saat Rekaman Percakapan dengan Edy Dibuka

Baaca.id, MAKASSAR – KPK masih berusaha membuktikan alur penerimaan fee dari Agung Sucipto kepada Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah. Dalam sidang lanjutan, Kamis (2/9//2021) KPK menghadirkan sopir NA.

Sayangnya upaya ini masih buntu. Karena sopir NA menampik Edy Rahmat menemui NA usai menerima uang dari Agung Sucipto.

Sementara dua saksi lainnya yang diharapkan bisa menguak fakta itu mangkir di persidangan. Dua orang saksi itu masing-masing sopir Edy Rahmat dan sopir Agung Sucipto. Keduanya mangkir bersama seorang saksi lainnya bernama Mega Putra Pratama.

Dalam sidang yang berlangsung di ruang Harifin Tumpa Pengadilan Negeri Makassar Kamis 2 September 2021 itu KPK hanya bisa menggali keterangan Husain, sopir Nurdin Abdullah. Belakangan Husain diketahui sempat menerima telepon dari Edy Rahmat sesaat setelah Edy menerima uang dari Agung Sucipto.

Namun Husain mengaku jika malam itu (sekitar pukul 21.00 WITA) Edy menelponnya untuk menanyakan keberadaan ajudan dan bukan Nurdin Abdullah.

“Ditelepon hanya cari pak Syamsul Bahri (ajudan NA),” ujar Husain.

Merasa keterangan Husain tidak benar, JPU kemudian membuka percakapan Edy Rahmat dan Husain pada malam sebelum OTT tersebut. Dalam percakapan telepon itu, Edy secara jelas menanyakan keberadaan Nurdin Abdullah pada Husain.

“Halo pak Uceng, dimana posisi? Mana bapak? Sama siapa? ujar Edy Rahmat dalam percakapan pada malam setelah Edy menerima uang dari Agung Sucipto.

Husain kemudian menjawab “Di lego-lego, ibu tidak ada. Hanya bapak sendiri,” bunyi percakapan tersebut.

Keterangan ini kemudian diakui JPU KPK menjadi penting. Hanya saja sejumlah saksi, yakni supir Agung Sucipto dan Supir Edy Rahmat tidak hadir.

“Dia tidak hadir, kabarnya sopir pak Agung sementara di luar daerah,” tukas JPU KPK.

Kendati begitu, guna mengejar keterangan yang terpenggal tersebut, KPK rencananya akan kembali memanggil ketiga saksi yang mangkir. Masing-masing adalah sopir Edy Rahmat bernama Ifandi, sopir Agung Sucipto bernama Nuradi dan seorang bernama Mega Putra Pratama yang merupakan anggota Edy Rahmat.

Diketahui juga dalam sidang lanjutan tadi, dua saksi yang hadir masing-masing adalah Istri Edy Rahmat, Hikmawati dan sopir Nurdin Abdullah, Husain.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button