Setelah Diperiksa 10 Jam, Napoleon Diisolasi di Selnya

Baaca.id, JAKARTA — Irjen Pol. Napoleon Bonaparte akhirnya menjalani pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri sebagai terlapor perkara dugaan tidak pidana penganiayaan terhadap M. Kace, Selasa (21/9/2021). Pemeriksaan berlangsung selama kurang lebih 10 jam.

Usai memeriksa, Bareskrim Polri mengambil langkah mengisolasi Napoleon Bonaparte di kamar selnya.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Andi Rian Djajadi, mengatakan, Napoleon diisolasi sejak tadi malam.

Andi Rian menjelaskan, langkah mengisolasi Napoleon dilakukan untuk kepentingan saksi-saksi dan penyidikan. Menurut dia, Napoleon diisolasi (dikunci-red) di kamar selnya, supaya tidak lagi berinteraksi dengan tahanan lainnya.

“(Sebelum diisolasi tetap) disel, tapi selnya tidak dikunci dan bebas bersosialisasi dengan napi (tahanan-red) lain,” ucap Andi Rian, Rabu (22/9/2021).

Napoleon Bonaparte menjalani pemeriksaan di Dittipidum Bareskrim Polri sebagai terlapor perkara dugaan tidak pidana penganiayaan terhadap Muhammad Kosman alias M. Kace, tersangka dugaan penistaan agama.

Selain Napoleon, penyidik juga telah memeriksa 13 saksi termasuk M. Kace selaku pelapor. Dari 13 saksi tersebut, empat di antaranya petugas penjaga tahanan. Bahkan Kepala Rutan Bareskrim Polri ikut dimintai keterangan.

“Hari ini penyidik akan mengevaluasi hasil pemeriksaan-pemeriksaan terdahulu dan kemarin,” ujar Andi Rian.

Dalam perkara ini, Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian (Div Propam) Polri juga turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap tujuh anggota Polri, yakni terdiri atas petugas penjaga tahanan dan Kepala Rutan Bareskrim Polri.

Div Propam Polri juga memeriksa satu saksi tahanan berinisial H alias C untuk menelusuri dugaan pelanggaran disiplin anggota Polri yang bertugas di Rutan Bareskrim Polri.

Pemeriksaan terhadap petugas rutan ini berdasarkan PP No. 2/2003 pasal 4 (d) dan (f) yakni pelanggaran disiplin tidak melaksanakan disiplin, tidak melaksanakan SOP dalam melakukan jaga tahanan, pelanggaran terkait peraturan kedinasan.

Div Propam Polri juga merencanakan pemeriksaan terhadap Napoleon Bonaparte, namun karena statusnya sebagai terdakwa kasus suap dan penghapusan “red notice” Djoko Tjandra yang sedang mengajukan kasasi di Mahkamah Agung (MA), maka pemeriksaan etik harus mendapatkan izin terlebih dahulu.

Peristiwa penganiayaan terhadap M. Kece terjadi Kamis (26/8) dini hari, berlangsung dari pukul 00.30 WIB sampai dengan 01.30 WIB. Dalam rekaman CCTV memperlihatkan Napoleon Bonaparte melakukan tindakan penganiayaan dibantu tiga tahanan lainnya. (#)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button