Singapura Hadapi Gelombang Baru Corona, Bisa Lebih Ngeri dari RI

Baaca.id, JAKARTA – Gelombang Corona yang dihadapi Singapura dalam beberapa pekan terakhir kian memburuk. Situasi itu bisa lebih riskan dari Indonesia saat puncak pandemi Juli lalu.

Pada Minggu kemarin, Singapura melaporkan ada 1.012 kasus baru Covid-19. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak negara ini mencatat kasus pertama April 2020.

Dikutip dari CNA, Senin (20/9/2021), Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung menjelaskan, rumah sakit mulai kewalahan sejak sepekan. Pasien didominasi oleh lansia di atas 80 tahun.

Mereka kata Ong, menjadi kelompok paling rentan dan menyumbang angka kematian tertinggi sejak Mei-September 2021.

“Kapasitas ICU kita masih cukup, tapi UGD dan poli umum yang mulai berada di bawah tekanan. RS dan tenaga kesehatan tidak boleh sampai kewalahan,” kata Menkes Ong seperti

Ong mengaku, sejak April 2020, ini adalah kondisi terburuk yang dialami Singapura.

“Ini adalah tantangan terbesar Kementerian Kesehatan pada saat ini dan kita sedang berusaha sebaik mungkin,” lanjutnya.

Menkes Ong menjelaskan meski terjadi lonjakan kasus COVID-19, lebih dari 98 persen merupakan kasus bergejala ringan atau bahkan tidak bergejala. Ini disebut jadi bukti bahwa program vaksinasi berhasil memberikan efek perlindungan.

Para pemuda yang terkonfirmasi positif dan mengalami gejala ringan diimbau untuk isolasi mandiri. Tujuannya agar kapasitas tempat tidur RS tidak penuh dan bisa digunakan untuk pasien yang kritis, terutama pada kelompok lansia.

“Tidak bisa dipungkiri bila rakyat kita sebelumnya tidak ramai-ramai vaksinasi, sistem kesehatan kita pasti sudah kewalahan sekarang,” kata Menkes Ong.

Singapura diketahui menjadi salah satu negara dengan tingkat cakupan vaksinasi COVID-19 tertinggi di dunia. Dilaporkan sekitar 80 persen populasinya sudah mendapat vaksin lengkap.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button