Tradisi Sitobo Lalang Lipa di Makassar

Baaca.id — Berkunjung ke daerah Sulawesi Selatan Anda menemukan sebuah tradisi masyarakat suku Bugis yang disebut Sigalang Lelang Lipa atau Sitobo Lalang Lipa.

Tradisi Sitobo Lalang Lipa telah terjadi sejak masa kerajaan Bugis, yang saat itu sama-sama memiliki ego yang tinggi, dan tidak merasa dihargai.

Cara inilah menjadi cara cepat bagi masyarakat Bugis menyelesaikan suatu masalah, maka pertikaian sengit antara dua orang yang bertikai tidak bisa dihindari.

Baca Juga: Profil Adnan Purichta Ichsan Sang Bupati Termuda

Bertanding Dengan Senjata Badik dalam Tradisi Sigajang Laleng Lipa

Masalah semakin melebar dan emosi tinggi tidak terkendali. Permasalahan tidak bisa dilakukan denga musyawarah dan jalan satu-satunya menyelesaikan masalah lewat cara berkelahi dengan senjata tajam.

Hal ini terjadi karena masyarakat Bugis merasa malu kalau harga diri mereka diinjak. Masyarakat Bugis kalau harga dirinya diinjak, maka jalan terakhir dengan melakukan Massigajang Laleng Atau bertarung dengan badik menjadi jalan terakhir.

Setelah itu segera melakukan tanding dengan memilih anggota keluarga untuk menjadi jagoan sebagai perwakilan keluarga. Bertanding dengan menggunakan badik dianggap sebagai cara tepat menyelesaikan persoalan.

Mengenal Badik, Senjata Khas Suku Bugis dalam Sigalang Laleng Lipa

Badik, adalah senjata khas suku Bugis, yang dahulu sering digunakan alat pertanian sekaligus sebagai pertahanan diri saat merasa terancam jiwanya.

Kalo nama lain dari senjata badik, dalam perkembangannya kemudian berganti nama menjadi badik. Dikisahkan, badik memiliki unsur magis, karena dilumuri racun hingga mampu mengalahkan Jepang dan bangsawan yang berkhianat.

Selain itu, badik di masa lalu seringkali dimanfaatkan sebagai identitas diri dari suatu kelompok etnis.

Badik dipergunakan bukan hanya sebagai senjata untuk membela diri dan berburu tetapi juga sebagai identitas diri dari suatu kelompok etnis atau kebudayaan.

Bertarung dalam Satu Sarung Sigalang Laleng Lipa

Hal yang berbeda dan khas dari ritual Sitobo Lalang Lipa pertarungan dilakukan dua orang di dalam satu sarung.

Mereka akan berduel mempertaruhkan nyawa adu senjata badik saling tarung dan tikam dalam satu sarung. Pertandingan bisa seri atau saling terbunuh.

Sarung sebagai Senjata

Masyarakat Bugis tidak hanya memakai badik dalam bertanding Sitobo Lalang Lipa. Sarung dimanfaatkan untuk batas arena pertandingan. Sarung juga simbol persatuan dan kebersamaan suku Bugis.

Setelah semuanya siap untuk bertarung kemudian pertandingan segera dimulai di lapangan terbuka atau arena tertentu sebagai tempat bertanding.

Pertandingan Diiringi Musik

Pertikaian dan pertarungan yang dilakukan masyarakat suku Bugis memang menarik. Tidak hanya disuguhi pemandangan yang menarik, tetapi permainan musik khas Bugis.

Saat pertarungan dimulai iringan musik tradisional yang terdiri dari suling dan gendang di tabuh sahut-sahutan yang menandai pertandingan badik dimulai.

Ketika pertandingan dimulai badik diselipkan baru kemudian, pertandingan dimulai badik mulai digunakan untuk saling menyabet satu sama lain hingga terluka, bahkan ada yang sampai meninggal dunia, tetapi itu dulu waktu pada masa pemerintahan Kerajaan Gowa.

Pada masa itu setelah pertandingan Sitobo Lalang Lipa usai digelar. Tidak ada lagi balas dendam dan masalah sudah selesai.

Tarian Sigajang Laleng Lipa

Keberadaan Sitobo Lalang Lipa bermula dari pengaruh masyarakat Bugis yang menjunjung tinggi rasa malu karena harga diri terinjak-injak.

Dari sinilah kemudian memunculkan ritual Sigalang Laleng Lipa dengan menggunakan badik yang berakhir seri atau sama-sama meninggal dunia. Kini secara perlahan tradisi mulai ditinggalkan dan muncullah dalam bentuk pertunjukan pentas seni tari.

Pertunjukan tersebut diawali dengan ritual bakar diri oleh para penari memakai obor. Acara kemudian dilanjutkan pembacaan mantra oleh Bissu pendeta pada dua kelompok yang akan bertanding dalam tarian Sigajang Laleng Lipa.

Baca Juga: Sejarah Asal Rumah Adat Tongkonan

Sigalang Laleng Lipa dalam Film Tarung Sarung

Tradisi khas suku Bugis Sigalang Laleng Lipa dapat dilihat dalam bentuk sinema film yang berjudul Tarung Sarung. Film ini mengisahkan tentang budaya Makassar oleh Startvision.

Film yang mengangkat cerita pertarungan masyarakat Bugis dalam satu sarung merupakan kritikan pada orang Jakarta yang suka keroyokan dan berantem.

isi lain dari film ini tidak hanya mengangkat isu kebudayaan, tetapi isu sosial yang terjadi di masyarakat. Artis yang ikut berpartisipasi dalam film tersebut,  antara lain: Surya Saputra hingga Yayan Ruhiyan.

Itulah ulasan singkat tentang tradisi Sigalang Laleng Lipa yang bisa menambah pengetahuan dan wawasan.

 



Related Articles

Back to top button