Stadion Sepak Bola Dijadikan Pasar Sementara, DPRD: Harus Disepakati Semua Pihak

Baaca.id, BATU — Stadion Brantas Kota Batu, Jawa Timur dijadikan tempat relokasi untuk pedagang pasar. Namun, hal ini menuai polemik karena lapangan utama stadion juga dipakai untuk penampungan sementara.

Kondisi ini mengundang perhatian Wakil Ketua DPRD Kota Batu, Nurohman. Dia menilai, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu telah menyalahi aturan kesepakatan awal dengan PSSI.

“Ya harus kita tanyakan, Mas. Kan selama ini pihak DPRD bahkan pedagang pun butuh keterbukaan,” ujar Nurohman, Minggu (31/10/2021) dikutip dari tvOnenews.com.

Lebih lanjut Nurohman mempertanyakan apakah benar rekomendasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI sudah turun untuk mengalihfungsikan peruntukan lapangan menjadi tempat relokasi.

“Dari mulai Detail Enginering Design (DED) pembangunan pasar bahkan rekomendasi dari Kemenpora terkait alih fungsi sementara Stadion Brantas juga belum kami lihat seperti apa bentuknya,” sesal Nurohman.

Menurutnya, bila memang benar ada rekomendasi, seharusnya juga ada kesepakatan oleh semua pihak, terutama yang memfungsikan lapangan yaitu Asosiasi Kota (Askot) PSSI atau klub-klub sepak bola.

“Klaim Diskoumdag Kota Batu rekomendasi sudah turun. Kalau memang sudah turun harus dipertanyakan kejelasannya. Akan lebih baik bila DPRD juga diberi tembusan atau diberi tahu,” tegas Nurochman.

Sementara itu, Komite Hukum dan Advokasi Askot PSSI Kota Batu mengaku sudah melayangkan protes kepada dinas terkait serta Wali Kota Batu.

“Kami sebelumnya sudah mengirim surat kepada pemangku kebijakan di Kota Batu tentang alih fungsi penggunaan Stadion Brantas Kota Batu, namun hal itu diabaikan. Buktinya wali kota menyetujui penggunaan lapangan sepak bola plat merah ini,” sesa Kayat Hariyanto.

Protes tersebut dibuktikan dengan adanya kiriman surat pertanggal 10 Juli 2021, namun tidak pernah dibalas. Akan tetapi secara tiba-tiba wali kota langsung menyetujui penggunan lapangan.

“Sekarang lapangan sudah tidak bisa difungsikan, soalnya sudah dipatok-patok atau diukur oleh pedagang yang akan menempatinya,” tuturnya.

Rencananya, dalam waktu dekat Askot PSSI Kota Batu akan melakukan protes dan meminta klarifikasi kepada wali kota agar relokasi tersebut tidak menimbulkan masalah baru dikarena dalam kesepakatan awal yang digunakan oleh pedagang sentel ban saja, bukan lapangan utamanya. (#)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button