Sudah Dilimpahkan, Kejati Mulai Teliti Berkas Perkara 13 Tersangka Kasus RS Batua

Baaca.id, MAKASSAR – Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel telah melimpahkan berkas perkara 13 tersangka kasus RS Batua Makassar ke Kejati Sulsel. Ini adalah pelimpahan tahap satu.

Kepala Seksi Penkum Kejati Sulsel, Idil mengatakan, Kejati menerima berkas perkara pada Kamis (16/9/2021). Saat ini dalam tahap pemeriksaan.

“Sudah dilimpahkan berkas tahap satunya. Kami sudah terima Kamis kemarin,” ungkap Idil, Jumat (17/9/2021)

Idil menjelaskan, dalam proses tahap 1 ini, jaksa peneliti akan mulai melakukan memeriksa berkas perkara masing-masing tersangka terlebih dahulu. Akan diperiksa syarat formil dan meterilnya.

“Kita akan teliti dulu, kita periksa dulu apakah syarat formil dan materilnya sudah sesuai,” ujarnya.

Jika kemudian berkas dinyatakan belum lengkap, tentu kata Idil Kejaksaan akan melakukan pengembalian berkas perkara. Dan meminta agar penyidik kepolisian melengkapinya sesuai dengan petunjuk dari kejaksaan.

Kendati begitu ditanyai terkait penahanan tersangka, Idil mengaku hal itu sepenuhnya merupakan hak penyidik kepolisian.

“Itu hak penyidik kepolisian. Kita hanya memeriksa berkas tersangka. Jadi kalau soal penahanan, kami tidak punya wewenang itu sekarang. Beda halnya kalau sudah tahap dua,” pungkasnya.

Diketahui dalam kasus korupsi proyek pembangunan RS Batua, di Jalan Abdullah Dg Sirua Makassar sejumlah nama resmi dijadikan tersangka.

Mereka masing-masing adalah
Pengguna Anggaran bernama dokter Andi Naisyah Tun Azikin, kemudian KPA/PPK dokter Sri Rimayani, kemudian PPTK Muh Alwi, dan PPHP bernama Firman.

Selanjutnya ada Hamsaruddin, Mediswati dan Andi Sahar yang merupakan Pokja 3 dan 5 orang dari swasta yakni M Kadafi, Andi Ilham Hatta Sulolipu, Andi Erwin Hatta dari PT MSS, Danthe Runtulolo, Anjas Prasetya dari CV Sukma Lestari dan terakhir Ruspiyanto yang merupakan Inspektur pengawasan.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button