Sukriansyah Sebut Kendala Utama Pembangunan Bendungan Pembebasan Lahan

Baaca.id Makassar – Permasalahan lahan, selalu menjadi kendala utama dalam setiap proyek pembangunan yang dikerjakam oleh Pemerintah. Seperti halnya dengan Bendungan Pammukulu di Kabupaten Takalar.

Staf Khusus Wakil Presiden, bidang investasi dan infrastruktur Sukriansyah S.Latief mengakui kendala yang paling utama di hadapi.

“Masalah lahan di hampir semua bendungan yang ada di Indonesia itu selalu lahan persoalan utama. Kami keliling dari seluruh Indonesia di Kalimantan, di Sumatera, Bali Jawa,” kata Sukriansyah, usai bertemu dengan Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman Senin (21/6) di kantor Gubernur Sulsel

Ia menambahkan, diperlukan langkah-langkah strategis dalam menyelesaikannya. “Kami juga berharap pemerintah daerah melakukan sosialisasi, pemerintah daerah juga melakukan evaluasi, terhadap proses pembebasan lahan tersebut,” ujarnya.

Sukriansyah melakukan kunjungan kerja untuk melihat langsung progres bendungan pammukulu

Menurutnya, kunjungannya kali memang rutin dilakukan ke beberapa proyek PSN untuk melihat langsung progres pelaksanaan yang ada di daerah khsusunya di Sulsel.” Untuk hari ini kami akan ke Takalar, Bendungan Pamukkulu untuk melihat progres dari pekerjaan pembangunan bendungan disana. Kami sudah laporkan kepada gubernur dan beliau mensupport untuk itu,”kata Sukriansyah.

Secara manfaat, bendungan ini akan mengairi irigasi seluas 6.430 hektare. Selain itu, juga bisa memberikan daya PLTA 25 MW dan mampu mengendalikan banjir 430 meter kubik per detik, dan menyediakan air baku.

Sebagai penyedia jasa, pekerjaan Bendungan Pammukkulu dibagi dua kegiatan. Paket pertama akan dikerjakan PT Wijaya Karya dengan nilai kontrak Rp 852 miliar lebih, dan paket dua dikerjakan PT Nindya Karya dengan kontrak Rp 842 miliar lebih. Tahap pertama pengerjaan pembangunan dengan melakukan pembebasan lahan seluas 640 hektar dan tahap kedua pembangunan fisik jembatan (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button