Surat Edaran KPI Larang Konten Erotis dan Pendakwah dari Organiasi Terlarang Tayang di TV

Baaca.id, JAKARTA – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengeluarakan Surat Edaran KPI tentang Pelaksanaan dan Pengawasan Siaran Bagi Lembaga Penyiaran di bulan Ramadhan 2022 yang terbit pada 15 Maret 2022. Surat ini mengatur larangan lembaga penyiaran menampilkan gerakan tubuh atau ungkapan yang berasosiasi cabul, vulgar hingga erotis secara perseorangan maupun bersama orang lain. Dan juga melarang ceramah dari pendakwah berlatar belakang dari organisasi terlarang.

“Tidak menampilkan gerakan tubuh, dan/atau tarian yang berasosiasi erotis, sensual, cabul, baik secara perseorangan maupun bersama orang lain,” bunyi edaran KPI.

Selain itu KPI juga melarang lembaga penyiaran untuk menampilkan muatan yang mengandung lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) hingga mistis, horor, supranatural delama Ramadhan.

“Tak menampilkan pula praktik hipnotis atau sejenisnya, mengeksploitasi konflik dan/atau privasi seseorang, bincang-bincang seks, serta muatan yang bertentangan dengan norma kesopanan dan kesusilaan,” bunyi edaran lainnya.

Tak hanya itu, KPI juga melarang lembaga penyiaran menampilkan konsumsi makanan dan/atau minuman secara berlebihan. Pasalnya, hal ini dinilai bisa mengurangi kekhusyukan saat puasa.

Selanjutnya, KPI mengimbau kepada lembaga penyiaran agar berhati-hati dalam siaran agar tidak melontarkan candaan, baik verbal maupun nonverbal serta melakukan adegan berpelukan atau bermesraan dengan lawan jenis pada seluruh program acara. Baik disiarkan secara langsung maupun rekaman.

Dalam hal pelarangan menampilkan pendakwah yang berlatar belakang dari organisasi terlarang di bulan Ramadan. KPI meminta mengutamakan penggunaan pendakwah kompeten, kredibel dan penyampaian materinya menjunjung nilai-nilai Pancasila.

“Mengutamakan penggunaan dai/pendakwah kompeten, kredibel, tidak terkait organisasi terlarang sebagaimana telah dinyatakan hukum di Indonesia, dan sesuai dengan standar MUI,” bunyi edaran KPI poin d.

Lebih lanjut Ketua KPI Pusat, Agung Suprio, mengatakan maksud dan tujuan dari edaran ini adalah untuk menghormati nilai-nilai agama berkaitan dengan pelaksanaan ibadah di bulan Ramadan.

“Edaran ini juga sebagai pemberi panduan bagi KPI Daerah dalam sosialisasi dan pengawasan terhadap lembaga penyiaran terkait pelaksanaan siaran di bulan Ramadan,” kata Agung dilansir dari tabloidbintang.com.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button