Tak Perlu Repot, Tukar Tabung Elpiji Bisa di Rumah Saja

Baaca.id, MAKASSAR – Beragam cara dilakukan PT Pertamina memanjakan para pelanggannya. Termasuk transaksi penukaran tabung elpiji.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Laode Syarifuddin Mursali menerangkan, pihaknya tengah menggiatkan program tukar tabung elpiji 3kg ke bright gas atau elpiji non-subsidi.

Dijelaskan, program tersebut Hari Pelanggan tersebut yaitu, promo tukar 1 tabung elpiji 3kg dengan 1 tabung bright gas 5,5 kg menjadi Rp123 ribu.

Juga promo tukar 2 tabung elpiji 3kg dengan 1 tabung bright gas 12kg menjadi Rp135 ribu

Program yang berlangsung hingga tanggal 30 September 2021 tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat dengan menukarkan voucher promo tukar tabung Hari Pelanggan dengan memanfaatkan aplikasi MyPertamina.

“Masyarakat cukup mendownload aplikasi MyPertamina untuk mendapatkan kode voucher trade in, lalu telepon ke 135 atau kunjungi laman www.pds135.com untuk menukarkan voucher,” jelas dia.

“Pesanan akan segera diantarkan oleh agen resmi Pertamina, sehingga masyarakat tidak perlu repot keluar rumah,” imbuh Laode.

Penukaran tabung elpiji bersubsidi dengan non-subsidi tersebut telah diwajibkan bagi para aparatur sipil Negara (ASN) di Maros.

Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam menekankan, ASN lingkup Pemkab Maros tidak dibenarkan lagi menggunakan liquified petroleum gas (LPG) ataupun elpiji 3kg bersubsidi.

Langkah tersebut juga sebagai tindak lanjut adanya Surat Edaran Gubernur Sulawesi Selatan No. 540/5353/DESDM terkait imbauan penggunaan elpiji 3kg kepada seluruh bupati dan wali kota se-Sulsel.

Termuat dalam surat edaran tertanggal 7 Juni 2021 tersebut, para bupati dan wali kota se-Sulsel diimbau untuk bisa melakukan distribusi elpiji tepat sasaran dan mengimbau ASN untuk menggunakan elpiji non-subsidi agar memberikan contoh ke masyarakat.

Penukaran tabung elpiji non-subsidi tersebut juga sebagai langkah untuk menyukseskan program pemerintah dalam penggunaan tabung elpiji Subsidi yang tepat sasaran.

“Karena yang tabung 3 kg merupakan elpiji bersubsidi. Selain itu, penggunaan tabung 3 kg itu hanya untuk warga menengah ke bawah. Kita juga sebagai ASN harus menjadi contoh di masyarakat tidak menggunakan produk subsidi,” tegas Chaidir. (*)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button