Tangkal Covid-19, Pemprov Sulsel Siapkan Sejumlah Kebijakan dan Libatkan Forkopimda

Gerakan Vaksinasi Sentuh 2,1 Juta Warga

Baaca.id, MAKASSAR – Pemprov Sulsel telah mengeluarkan sejumlah kebijakan. Guna lebih memaksimalkan upaya penanganan Covid-19.

Kebijakan-kebijakan itu di antaranya, program Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT), yaitu di Asrama Haji Sudiang 1.500 tempat tidur (TT), BPSDM 150 TT, Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) 80 TT. Totalnya, 1.730 TT.

Selain itu, juga mengadakan alat bantu pernafasan yang disebut juga High Flow Nasal Cannula (HFNC) serta mengupayakan penambahan intensive care unit (ICU) untuk meningkatkan kapasitas Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat hunian tempat tidur yang kini mencapai 16,71 persen.

Pemprov Sulsel pun memberlakukan reverse-transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR) di bandara dan pelabuhan guna menekan angka imported cases ke Sulawesi Selatan. Juga menggiatkan Telemedicine Hallo Dokter, yaitu program konsultasi dokter secara online bagi pasien isolasi mandiri di rumah.

Sejalan dengan itu, Pemprov Sulsel pun terus menggencarkan upaya percepatan cakupan vaksinasi bagi masyarakat. Melalui program Sulsel Kebut Vaksinasi.

Alhasil, telah mencapai setidaknya 2,1 juta orang untuk dosis satu atau sekitar 30,14 persen dari total target 7.058.141 orang. Untuk vaksinasi dosis dua, telah mencapai 17,16 persen atau sebanyak 1.211.435 orang di Sulsel.

“Alhamdulillah, tertanggal 18 September 2021, adapun cakupan vaksinasi di Sulawesi Selatan dari target 7.058.141 orang telah mencapai sekitar 2.127.376 orang lebih atau sekitar 30,14 persen, untuk vaksinasi dosis satu,” kata Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Minggu (19/9/2021).

Selama ini, Pemprov Sulsel turut melibatkan jajaran Forkopimda dan pihak swasta serta menghadirkan gerai-gerai vaksin dan mobile vaccinator dalam memenggiatkan program vaksinasi. Sehingga memudahkan masyarakat untuk mendapatkan fasilitas vaksin.

“Kami bersama TNI-Polri bersama pihak swasta terus mendorong percepatan vaksinasi. Sehingga terbentuknya herd immunity (kekebalan kelompok). Apalagi dengan vaksinasi, salah satu upaya untuk menekan penyebaran Covid-19,” ungkap Andi Sudirman.

Tertanggal 18 September 2021, kondisi perkembangan Covid-19 di Sulsel, dimana Effective Reproduction number (Rt) di Sulsel berada dibawah 1 sekitar 0,72. Sedangkan tingkat kesembuhan atau Recovery Rate (RR) mencapai 95,7 persen (Nasional 95,1 persen). Dan Tingkat Kematian atau Case Fatality Rate (CFR) adalah 2,02 persen (nasional 3,4 persen). (*)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button