Melirik Tarif Listrik Bisnis PLN yang Diminati UMKM

Baaca.id — Saat ini mulai banyak masyarakat yang beralih atau bermigrasi dari listrik rumah tangga ke golongan bisnis. Hal ini karena tarif listrik bisnis jauh lebih ekonomis.

Terlebih lagi saat ini tarif listrik untuk rumah tangga 900 VA sudah tidak mendapatkan subsidi lagi karena alasan efisiensi sekaligus agar subsidi lebih tepat sasaran.

Memang diakui banyak masyarakat yang menikmati subsidi tarif listrik 900 VA justru adalah masyarakat yang masuk dalam golongan menengah sehingga subsidi dirasa kurang efektif.

Karenanya, subsidi rumah tangga untuk daya 900 VA kini dicabut. Subsidi hanya diberikan kepada golongan rumah tangga dengan daya 450 VA itu pun harus melampirkan surat keterangan dari rukun tetangga saat mengajukan pemasangan listrik.

Baca Juga: Perhatikan Hal Berikut Sebelum Mengganti Ban Standar NMAX

Listrik Bisnis untuk UMKM

Pasca dicabutnya subsidi untuk daya 900 VA ini, masyarakat khususnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kini mulai melirik listrik bisnis (B1) karena tarif listrik bisnis justru lebih ekonomis.

Bahkan, pemerintah juga memberikan subsidi khusus kepada UMKM yang beralih dan menggunakan listrik bisnis.

Pemberian subsidi khusus untuk tarif listrik bisnis bagi golongan UMKM ini adalah upaya pemerintah dalam meringankan beban para pengusaha kecil di tengah merebaknya wabah pandemi Covid-19.

Tarif Listrik Bisnis Lebih Ekonomis

Bahkan secara hitung-hitungan tarif listrik bisnis sebenarnya jauh lebih hemat jika dibandingkan dengan tarif listrik rumah tangga biasa atau non subsidi, baik prabayar maupun pasca bayar.

Beragam keuntungan ini pulalah yang membuat golongan listrik bisnis dianggap sebagai solusi bagi para pengusaha UMKM yang dalam menjalankan usahanya amat tergantung dengan sumber listrik.

Demikian juga masyarakat yang sebelumnya menggunakan daya listrik 900 VA juga mulai melirik golongan listrik bisnis karena secara perbandingan ekonomi juga jauh lebih murah dan lebih hemat dibanding tarif rumah tangga biasa.

Para pengusaha UMKM juga tak perlu khawatir meski harus mengalihkan daya listrik mereka dari yang semula daya listrik rumah tangga biasa (R1) 900 VA menjadi daya listrik bisnis menjadi 1.300 VA.

Karena, jika dihitung biaya yang dikeluarkan untuk listrik rumah tangga 900 VA justru sama dengan daya listrik bisnis 1.300 VA.

Dari sisi keuntungan pun jelas menguntungkan para pengusaha selain lebih murah, kapasitas daya listrik juga lebih besar sehingga kuantitas produksi juga bisa dipacu lebih tinggi lagi.

Pengertian Pelanggan Bisnis

Secara khusus, PLN sebagai perusahaan listrik milik negara telah mengklasifikasikan komponen masyarakat ataupun usaha yang bisa bermigrasi ke pelanggan bisnis.

Pelanggan yang bisa dan dikenakan tarif listrik bisnis ialah pelanggan listrik yang seluruh pasokan listrik yang didapat dari PLN dimanfaatkan sepenuhnya untuk kegiatan usaha.

Kategori usaha yang masuk golongan pelanggan bisnis ialah;

Jual beli jasa, perhotelan dan barang

Jasa Perbankan

Jasa perdagangan ekspor atau impor

Jasa Profesional seperti CV, PT atau orang perorang yang menjalani usaha perdagangan

Jasa Logistik seperti gudang penyimpanan material

Jasa yang bergerak di bidang komersil

Tarif listrik bisnis atau tarif B1 bisa juga dinikmati oleh toko maupun ruko ataupun rumah yang dijadikan sebagai tempat usaha khususnya skala kecil.

Baca Juga: Sepeda Merek Police, Produksi Lokal Kualitas Dunia

Tarif Listrik Bisnis Tak Berlaku untuk Industri

Namun juga, PLN menerapkan aturan lain yakni pemberlakuan tarif untuk sektor usaha yang aktivitasnya cenderung mengandung usaha pengolahan yang mengarah pada nilai tambah sebuah produk.

Untuk kelompok atau golongan yang aktivitasnya adalah pengolahan sebuah produk menjadi nilai tambah baru maka tak bisa dikategorikan atau dikelompokkan dalam kelompok pelanggan yang berhak menikmati tarif listrik bisnis.

Selanjutnya, kelompok ini dimasukkan dalam kelompok atau bidang industri. Aturan ini dilakukan agar kebijakan ini konsisten dengan klasifikasi lapangan usaha Indonesia (KLUI).

Mengingat aturannya sudah dibakukan secara nasional melalui International Standard Industrial Classification of All Economics Activities (ISIC).

Bentuk usaha yang masuk dalam pelanggan industri seperti; karoseri, mebel, hingga bengkel besar atau las bubut.

Untuk tarif listrik bisnis yang mendapatkan subsidi adalah tarif listrik bisnis dibawah 6000 VA, yakni dari 450 VA sampai dengan 5500 VA.

Sebagai perbandingan antara tarif R1 900 VA RTM Non Subsidi akan lebih mahal jika dibanding dengan tarif listrik bisnis B1 dengan daya 5500 VA.

Berikut tarif listrik bisnis yang mendapatkan bantuan subsidi khususnya untuk UMKM;

Tarif listrik bisnis        Batas daya      Biaya pemakaian/kWh

B-1                              0 – 450 VA                 Rp 254

B-1                              451 – 900 VA             Rp 420

B-1                              901 – 1.300 VA          Rp 966

B-1                              1.301 – 5.500 VA       Rp 1.100

B-2                              5.501 VA – 200 kVA Rp 1.444,70

Related Articles

Back to top button