Tenaga Medis yang Palsukan Kartu Vaksin Terancam 12 Tahun Penjara

Baaca.id, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Moh Ramdan Pomanto mengatakan tenaga medis berstatus kontrak yang terlibat pembuatan kartu vaksin palsu menanti dua hukuman. Pemecatan dan pidana penjara.

“Itukan pegawai kontrak bukan hanya dipecat, itu pidana karena sudah memalsukan,” ujar Danny, Senin (25/10/2021).

Danny mengatakan, Pemerintah Kota tak ingin main-main dengan program vaksinasi di Kota Makassar. Sehingga setiap pelanggaran yang membahayakan keselamatan orang akan ditindak tegas.

“Saya kira ini bagian daripada jangan main-main kalau di Makassar kita mau semua jujur,” terang Danny.

Danny memuji pola penanganan oleh dinkes hingga kasus ini bisa terungkap. Dinkes menurutnya bergerak cepat saat menemukan indikasi itu.

“Inikan bagusnya karena kadis betul-betul kerja. Panggil kapusnya ke sini. Kapusnya bilang tidak tahu karena dia tidak tahu takutnya berlanjut kami langsung lapor ke polisi,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Umum (Wakasat Reskrim) Polrestabes Makassar AKP Jufri Naksir mengatakan pelaku pemlasuan ini dua orang. Yakni FT berjenis kelamin laki-laki dan WD seorang perempuan.

WD merupakan pelaku pembuat kartu vaksin palsu. Sementara FT bertugas untuk mencari orang yang ingin membuat kartu vaksin.

Pelaku WD merupakan petugas medis di Puskesmas di Paccerakkang. Sementara FT tidak disebutkan pekerjaanya. Mereka dikenakan pasal berlapis dengan kurungan penjara 12 tahun dan denda sebanyak Rp15 miliar.

“Termasuk tentang infirmasi dan transaksi elektronik dan UUD Kesehatan pasal 55 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp15 miliar,” jelasnya.

AKP Jufri mengatakan, sebanyak 179 dokumen kartu vaksin palsu ditemukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar. Menurut pengakuan pelaku, kartu vaksin tersebut di jual senilai Rp50 ribu. Di tangan lelaki kini diamankan barang bukti uang tunai pecahan Rp50 ribu.

“Barang bukti yang disita uang tunai senilai Rp9 juta pecahan Rp50 ribu,” terangnya.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button