Terkait Penanganan Fakir Miskin, Sekprov Sulsel Minta Satukan Persepsi Bangun Indonesia dari Desa

Baaca.id, MAKASSAR — Sekprov Sulsel, Abd Hayat Gani menyebutkan, pertumbuhan ekonomi di Sulsel saat sekarang mencapai 7,6 persen. Sementara penduduk kategori miskin di kisaran 8,78 persen atau 784,98 jiwa.

Di Rapat Koordinasi (Rakor) Program Penanganan Fakir Miskin di Hotel Gammara Makassar, Rabu (6/10/2021) ia menyatakan, semua pihak seharusnya membangun sinergi menangani persoalan fakir miskin.

“Tentunya ini semua adalah untuk memberikan kepastian untuk menghadapi kemiskinan di Sulsel,” kata dia.

Di rakor tersebut, Abd Hayat juga menyinggung program pendampingan di setiap desa. Termasuk yang disediakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

“Semua kementerian ada pendamping sampai di desa tapi ini jalan sendiri-sendiri, harusnya Kementerian Desa yang koordinasikan langsung untuk menyatukan persepsi dalam membangun Indonesia dari desa,” ungkapnya.

Lanjut dikatakan, ada beberapa langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Di antara dengan memaksimalkan sektor pariwisata, pertanian, perikanan dan ekspor impor.

“Kita sudah melakukan rapat koordinasi dengan Kapolda, Kejati, BPKP, BPK dan Pangdam. Saya rasa ini sudah paripurna sebenarnya tinggal bagaimana kita sinergitaskan dengan masyarakat lewat kepala Dinas Sosial Provinsi, Dinas Sosial kabupaten/kota se-Sulsel dan seluruh korda se-Sulsel,” jelasnya.

“Kalau masyarakat sudah meningkat ekonominya maka sudah keluar dari kemiskinan berarti tidak menerima lagi Bansos,” ujarnya.

Pemberian sembako tersebut didasari Surat Kemenko No B 2272/D.I/KPS.01.00/09/2021 Permensos Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan Program Sembako. (*)

 



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button