Ternyata, Sampah Bisa Jadi Emas di Bantaeng

Baaca.id, BANTAENG – Jangan anggap remeh sampah. Jika dikelola dengan baik, ternyata bisa ditukar dengan emas.

Inovasi itu yang dilakukan Pemkab Bantaeng saat ini. Mendampingi Bupati Bantaeng, Ilham Azikin saat memaparkan capaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dalam setahun terakhir, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantaeng, Nasir Awing mengatakan, inovasi atas kerja sama dengan PT Pegadaian tersebut dilakukan guna meningkatkan minat masyarakat memilah dan mengelola sampah dengan baik.

“Jadi sampah yang ditukarkan dengan emas adalah sampah plastik,” jelas dia.

Dia berharap, sampah yang masuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) adalah sampah yang benar-benar sudah menjadi residu dan bisa terurai.

“Program menukar sampah dengan emas kegiatan yang kami coba jadikan inovasi. Melalui bank sampah, kita harapkan masyarakt bisa memilah sampah dan bijak membuang sampah mereka,” jelas dia.

Terkait, Bupati Bantaeng Ilham Azikin menegaskan, 100 persen masyarakat Bantaeng saat ini tidak lagi Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Begitupun dengan kesadaran masyarakat tentang Cuci Tangan Pakai Sabun (CPTS) juga meningkat menjadi 97,3 persen.

“Pengelolaan air limbah rumah tangga yang mencapai 69 persen,” tegas dia.

Dia mengatakan, keberadaan STBM ini adalah sebuah komitmen yang senantiasa akan berkelanjutan. Dia mengakui STBM ini telah memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

“Secara kuantitatif tergambarkan dalam pemaparan kami bahwa semakin hari, tingkat kesadaran masaryakat semakin tinggi,” kata Ilham.

Tukar sampah dengan emas serangkaian inovasi Bank Sampah oleh Pemkab Bantaeng itu pun diapresiasi Ketua tim penilai pusat STBM Award 2021, Prof Ignas Sutapa.

Menurut dia, inovasi tersebut secara tidak langsung mengajak masyarakat untuk memilah sampah dan menukarkan dengan emas.

“Kita apresiasi sekali inovasi ini. Sampah itu kalau dihitung, disimpan lama tentu nilainya akan berkurang. Beda dengan emas, kalau disimpan lama nilainya akan semakin naik. Ini menarik,” aku dia. (*)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button