Tidak Dinafkahi, 734 Istri di Gowa Pilih Menjanda

Baaca.id, GOWA — Jumlah kasus perceraian di Kabupaten Bone selama pandemi Covid-19 mengalami peningkatan. Alasan perceraian didominasi faktor ekonomi.

Pengadilan Agama Sungguminasa, Kabupaten Gowa mencatat, mulai Januari sampai Oktober 2021, ada 934 kasus gugatan perceraian. Dari 934 total kasus gugatan perceraian, yang lebih banyak mengajukan gugat cerai adalah istri.

Info yang diterima, gugatan perceraian yang dilakukan oleh para istri di Kabupaten Gowa rata-rata alasannya karena tidak bisa lagi dinafkahi. Bahkan ada suaminya kehilangan pekerjaan akibat di PHK.

Ketua Pengadilan Agama Sungguminasa, Martina Budiana Mulya mengatakan, alasan yang banyak didapati, karena persoalan ekonomi, seperti suami tidak bisa menafkahi istri.

“Ada juga karena kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan perselingkuhan. Tapi kebanyakan karena tidak dinafkahi,” ungkap Martina, Rabu (13/10/2021).

Martina menambahkan, cerai talak yang dilakukan oleh para suami di Pengadilan Agama Sungguminasa, tercatat ada 214. “Untuk suami yang cerai talak istrinya berjumlah 214 orang, lebih sedikit dibanding istri yang menggugat cerai suaminya” tambahnya. (#)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button