Electronic Trafic Law Enforcement (ETLE) Mulai Berlaku Di Kota Makassar, Pelanggar Mencapai 2 ribu

Ribuan pelanggar lalu lintas yang Electronic Trafic Law Enforcement (ETLE), Mayoritas tidak pakai sabuk pengaman dan menggunakan HP saat berkendara

Baaca.id-Makassar–Sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mulai berlaku di Kota Makassar, Selasa (23/3/2021). Pada hari pertama, Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan mencatat ribuan pelanggaran.

Dalam penerapan sistem tilang elektronik ini, ada 16 kamera pengawas yang dipasang di sejumlah titik di beberapa jalan utama di Makassar.

Kepala Tim ETLE Satlantas Polrestabes Makassar Aiptu Murdadi menyebutkan, sejak diberlakukan pada pukul 00.00 Wita hingga sore ini, sudah ada 2.002 pelanggar lalu lintas yang terekam langsung oleh kamera pengawas (CCTV ETLE).

“Hari ini sudah ada 2.002 pelanggar,” ujar Murdadi kepada wartawan di kantornya.

Aiptu Murdadi mengatakan”Ada dua jenis pelanggaran yang paling banyak terpantau kamera pengintai ETLE. Yaitu pengendara tanpa sabuk pengaman serta menggunakan HP saat berkendara.

Selain dua jenis pelanggaran yang banyak direkam Etle, Masyarakat juga masih banyak melanggar Marka Jalan.

Terus apa itu Marka jalan, Marka Jalan  adalah salah satu rambu yang sering ditemukan pengendara. Marka jalan berfungsi mengarahkan arus lalu lintas dan membatasi area jalur kita dan jalur lainnya.

Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2014, marka digolongkan menjadi beberapa jenis dengan makna berbeda.

Setidaknya ada Tiga Marka Jalan. Yakni marka membujur, melintang, dan serong.

Marka membujur adalah tanda yang sejajar dengan sumbu jalan. Marka membujur terdiri atas garis utuh, garis putus-putus, dan garis ganda; garis utuh dan garis putus-putus, serta dua garis utuh.

Tiap garis memiliki fungsi masing-masing, dan perlu memahaminya agar tidak kebingungan saat bertemu marka jalan ini. Sementara marka melintang adalah tanda yang tegak lurus terhadap sumbu jalan. Contohnya garis henti di zebra cross atau di persimpangan jalan.

Berikut bentuk dan arti marka jalan yang ada di Indonesia bisa dijabarkan seperti di bawah ini:

1. Marka Garis melintang

a. Marka berupa garis utuh, menyatakan tanda batas berhenti kendaraan terhadap rambu, APILL, tempat penyeberangan. Contoh: Stop line di persimpangan, zebra cross.

b. Marka berupa garis putus-putus, sebagai batas yang tidak dapat dilampaui kendaraan sewaktu memberi kesempatan kepada kendaraan yang mendapat hak utama pada persimpangan.

marka jalan

2. Marka garis membujur

Marka berupa garis utuh/putus-putus/ganda yang berfungsi sebagai pengarah lalu lintas, pembatas dan pembagi lajur dan larangan bagi kendaraan untuk melintasi garis tersebut.

marka jalan

3. Marka Serong

Berupa garis utuh yang tidak termasuk dalam pengertian marka membujur atau marka melintang, digunakan untuk menyatakan suatu daerah permukaan jalan yang bukan merupakan jalur lalu lintas kendaraan.

marka jalan

4. Marka Lambang

Tanda yang mengandung arti tertentu untuk menyatakan peringatan, perintah, dan larangan untuk melengkapi atau menegaskan maksud yang disampaikan oleh rambu lalu lintas. Marka lambing berupa panah, gambar, segitiga, atau tulisan.

marka jalan

5.Marka lainnya

Terdiri atas:

a. Marka tempat penyeberangan;
b. Marka larangan parkir;
c. Marka lajur sepeda/sepeda motor;
d. Marka lokasi wisatal
e. Marka jalur evakuasi;
f. Marka khusus bus.
g. dll

marka jalan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Related Articles

Back to top button