Tolak Tambang Bontocani, Aliansi Pemuda Bone Unjuk Rasa

Baaca.id, BONE — Aliansi pemuda Bone melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Bone, Kamis (6/5/2021). Mereka menolak aktivitas tambang marmer yang ada di Desa Bontojai, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone.

Dalam aksi ini, para pengunjuk rasa menuntut agar izin PT Emporium Bukit Marmer dicabut. Mereka juga meminta agar aktivitas menambangan di wilayah tersebut segera dihentikan.

Salah seorang peserta aksi yang dituakan dalam aliansi ini, M. Indris Andi Palloge mengatakan, di daerah penambangan tersebut merupakan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Walannae. Di situ ada Gua Uhallie yang kini keberadaannya terancam.

“Selain itu, di lokasi penambangan juga terdapat dua goa atau leang yang masuk dalam WIUP Perusahaan yakni Leang Biccu dan Leang Ondungan,” ungkap M. Idris yang akrab dipanggil Andi Lilo.

Menurut Andi Lilo, jika melihat dari sejarah, Bontocani itu sudah di lirik potensi alamnya sejak zaman Belanda. Namun Belanda saat itu tidak melakukan ekploitasi karena memikirkan dampak besar yang akan ditimbulkan.

“Oleh karena itu, mereka melakukan reboisasi berupa penanaman pohon pinus struktur tanah yang rawan banjir, ditambah lagi Bontocani merupakan paru-paru wilayah Kabupaten Bone dan sekitarnya. Jika paru-paru itu rusak, maka akan merusak yang lain,” ungkap Ketua Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) Provinsi Sulsel.

Sementara itu, anggota DPRD Bone, Andi Indris Rahman yang menerima pengunjuk rasa berjanji akan mengawal aspirasi ini. “Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) untuk menyampaikan aspirasi teman-teman di tingkat pusat,” kata Andi Idris Rahman.

Selain mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Bone, pengunjuk rasa juga mendatangi Kantor Bupati Bone. Mereka menyuarakan agar aktivitas tambang segera dihentikan agar tidak berdampak pada lingkungan yang lebih besar.

Asisten II Pemerintah Kabupaten Bone, Anwar saat menerima para pengunjuk rasa berjanji akan mempertemukan bupati Bone. “Maaf adik-adik, saat ini bupati Bone sendang melakukan perjalanan dinas. Saya janji akan menyampaikan hal ini kepada beliau,” tutur Anwar.

Diketahui, aktivitas tambang marmer di Kecamatan Bontocani ini telah mendapatkan izin dari pusat. Sejumlah dokumen legalitas PT Artetis selaku penambang sejak 2016 lalu, kini tinggal menyisahkan persoalan akses. (sul)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button