Tugas Basarnas: Ujung Tombak Pencarian Korban Bencana

Baaca.id — Saat terjadi bencana, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) sangat dibutuhkan. Basarnas merupakan Lembaga Pemerintah NonKementrian yang bertugas melakukan pertolongan, penyelamatan dan evakuasi.

Tugas Basarnas diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM. 43 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Perhubungan.

Berisikan bahwa tugas Basarnas harus melaksanakan pembinaan, pengkoordinasian dan pengendalian potensi Search and Rescue (SAR) dalam kegiatan SAR terhadap orang dan material yang hilang atau dikhawatirkan hilang.

Atau menghadapi bahaya dalam pelayaran dan atau penerbangan, serta memberikan bantuan SAR dalam penanggulangan bencana dan musibah lainnya sesuai dengan peraturan SAR Nasional dan Internasional.

Bank Dunia memasukkan Indonesia sebagai bagian dari 37 negara paling rawan bencana. Lebih lanjut Indonesia bahkan menduduki ranking tertinggi baik untuk rawan bencana hidrometeorologi maupun geologi.

Dikarenakan jumlah penduduk yang padat dan besar maka akan membuat bencana beririko menimbulkan banyak korban.

Dalam wawancara bersama akurat.co, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mendorong agar Basarnas bisa hadir di 514 kabupaten/kota.

Menurutnya hal ini akan memudahkan proses evakuasi terhadap berbagai bencana alam, hingga kecelakaan teransportasi. Mengingat hingga saat ini keberadaan Basarnas baru terdapat di sekitar 110 kabupaten/kota.

“Dari 17.491 pulau di Indonesia, 6 ribu di antaranya telah berpenghuni. Dari 6 ribu pulau yang sudah berpenghuni tersebut, Basarnas baru hadir di sekitar 30 pulau,” katanya.

“Padahal sebagai negara kepulauan yang rentan dengan bencana alam, Basarnas adalah ujung tombak dalam penyelamatan manusia. Bekerja tujuh hari seminggu, sehari dua puluh empat jam. Tidak kenal batas waktu,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (6/4/2021).

Maka dari itu kehadiran Basarnas sangat penting sekali di Indonesia.

Awal Berdirinya Basarnas

Lahirnya organisasi SAR di Indonesia yang saat ini bernama Basarnas, diawali dengan adanya penyebutan “Black Area” bagi suatu Negara yang tidak memiliki organisasi SAR.

Dirangkum dari berbagai sumber, Dengan berbekal kemerdekaan, maka tahun 1950 Indonesia masuk menjadi anggota organisasi penerbangan internasional ICAO (International Civil Aviation Organization).

Sejak saat itu Indonesia kemudian diharapkan mampu menangani musibah penerbangan dan pelayaran yang terjadi di Indonesia.

Dari masuknya Indonesia sebagai anggota ICAO, maka pemerintah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 tahun 1955 tentang Penetapan Dewan Penerbangan untuk membentuk panitia SAR.

Pada 1959 Indonesia menjadi anggota International Maritime Organization (IMO). Dengan masuknya Indonesia sebagai anggota ICAO dan IMO tersebut, tugas dan tanggung jawab SAR semakin mendapat perhatian di kancah Internasional.

Baca Juga:

Dari banyaknya pengalaman sebagai IMO dan ICAO, timbul pemikiran bahwa perlu diadakan suatu organisasi SAR Nasional yang mengkoordinir segala kegiatan-kegiatan SAR dibawah satu komando.

Untuk mengantisipasi tugas-tugas SAR tersebut, maka pada tahun 1968 ditetapkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor T.20/I/2-4 mengenai ditetapkannya Tim SAR Lokal Jakarta yang pembentukannya diserahkan kepada Direktorat Perhubungan Udara.

Tim inilah yang akhirnya menjadi embrio dari organisasi SAR Nasional di Indonesia yang dibentuk kemudian.

Pada 2015 prestasi mengagumkan diraih oleh Basarnas. Dimana Indonesia memasuki peringkat dengan nilai di atas 90, sejajar dengan badan SAR milik Negara-negara maju seperti Kanada, Amerika, dan Tiongkok.

Titik balik prestasi tersebut diraih ketika Basarnas berhasil mengevakuasi pesawat AirAsia Indonesia QZ8501 dan ecakuasi pesawat Trigana Air secara optimal di Papua.

Tugas Basarnas dan Fungsinya

Dalam proses evakuasi korban, tugas Basarnas dalam melakukan pencarian haruslah handal, efektif, cepat, efisien, dan aman. Berikut penjelasan jenis tugas apa sajakah yang harus ditangani oleh Basarnas.

Kecelakaan

Meliputi kecelakaan transfortasi laut, udara, dan darat. Pencarian oleh Basarnas akan dilakukan keika kecelakaan tersebut dapat membahayakan banyak orang. Dalam kejadian itu tugas Basarnas adalah menyelamatkan korban hingga melakukan pencarian jika ada korban hilang.

Bencana

Peristiwa ini dapat  mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis.

Kondisi yang Membahayakan Manusia

Kondisi yang membahayakan manusia yaitu kecelakaan/malapetaka yang menimpa orang atau kelompok orang akibat sesuatu hal yang tak terelakan di luar kecelakaan transportasi udara dan atau laut.

Atau kondisi antara lain seperti musibah di gunung/hutan, di sungai, pantai, sumur, bangunan bertingkat/tinggi, hingga musibah akibat bangunan runtuh.

Fungsi pokok dalam melaksanakan tugas Basarnas menurut Badan SAR Nasional adalah:

  1. Perumusan kebijakan teknis di bidang pembinaan potensi SAR dan pembinaan operasi SAR.
  2. Pelaksanaan program pembinaan potensi SAR dan operasi SAR.
  3. Pelaksanaan tindak awal.
  4. Pemberian bantuan SAR dalam bencana dan musibah lainnya.
  5. Koordinasi dan pengendalian operasi SAR alas potensi SAR yang dimiliki oleh instansi dan organisasi lain.
  6. Pelaksanaan hubungan dan kerja sama di bidang SAR balk di dalam maupun luar negeri.
  7. Evaluasi pelaksanaan pembinaan potensi SAR dan operasi SAR.
  8. Pelaksanaan administrasi di lingkungan Badan SAR Nasional.

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button