Universitas Andalas Buka Klinik Konstruksi di Sulbar

Baaca.id, MAMUJU – Tim ahli Universitas Andalas akan membuka klinik konstruksi. Ini dalam rangka pendampingan penanganan rekonstruksi dan pemulihan pasca gempa yang terjadi di Sulawesi Barat, Januari lalu.

Pembukaaan klinik ini merupakan salah satu tindak lanjut dari MoU antara Pemprov Sulbar dan Universitas Andalas terkait penanganan pasca gempa

Ahli Perkuatan Rumah Rakyat dan Assesmen Bangunan Pasca Gempa Universitas Andalas, Dr. Febrin Anas Ismail mengatakan, klinik kontruksi merupakan tempat konsultasi terkait bangunan yang hancur akibat gempa.

“Seperti klinik obat, yang untuk orang sakit. Kalau ini bangunan yang sakit. Jadi masyarakat nantinya bisa konsultasi. Bisa lewat media sosial atau WA. Nanti akan kita bantu memberikan jasa konsultasi, jawaban atau solusi dari bangunan atau rumah warga yang terdampak gempa. Semua pertanyaanlah,” ujar Febrin, Jumat (5/2/2021).

Klinik rencananya akan dipusatkan di sekitar Posko Transisi Darurat, di Kantor Gubernur Sulbar. Klinik akan melayani pertanyaan atau permintaan konsultasi warga. Selain lewat WA atau medsos, masyarakat juga dapat langsung berkunjung ke klinik, melaporkan atau mempertanyakan kondisi rumahnya pasca gempa.

Untuk pembukaan klinik ini, Universitas Andalas menyiapkan 10 personil sumber daya manusia yang didatangkan dari Padang. Kemudian tenaga tambahan akan direkrut dari sumber daya lokal.

Mengenai kegiatan pendampingan selama masa rekonstruksi dan pemulihan, pihak Tim Universitas Andalas masih menunggu petunjuk teknis penanganan masa rekonstruksi. Petunjuk teknis tersebut disusun masing-masing pemkab yakni Pemkab Mamuju dan Majene. Mengacu pada juklak yang telah ditetapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB).

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Provinsi Sulbar, Safaruddin sangat mengapresiasi rencana pembukaan klinik konstruksi. Menurutnya, warga sangat membutuhkan layanan konsultasi konstruksi untuk medapatkan pengetahuan tentang kondisi kerusakan rumah warga. Termasuk tindakan yang dilakukan terhadap kerusakan rumah mereka dengan tepat dan efesien.

“Klinik sangat dibutuhkan warga untuk mendapatkan pengetahuan tentang kondisi rumah pasca gempa. Seperti misalnya apakah harus dirubuhka atau tidak perlu. Pengetahuan yang seperti ini sangat berharga,” kata Safaruddin. (syarif)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button