Usai Peninjauan Desain, Dispora Sulsel Nantikan Pencairan Anggaran Stadion Mattoanging di 2022

Baaca.id, MAKASSAR – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Sulsel berencana melakukan lelang dini, sebelum memastikan pembangunan fisik Stadion Mattoanging dijalankan.

Berkenaan dengan rencana tersebut, Dispora Sulsel juga melibatkan PT Artefak Arkindo sebagai pengawas sekaligus penanggung jawab pengawasan pembangunan Stadion Mattoanging.

Termasuk di dalamnya menyiapkan dokumen tahapan lelang dini konstruksi agar dapat berjalan sesuai ketentuan dan tepat waktu.

DED Stadion Mattoanging
Desain pembangunan Stadion Mattoanging

Sebelumnya, Artefak Arkindo dipastikan telah melalui tahap lelang tender manajemen konstruksi bersama 57 perusahaan lainnya, dan dinyatakan menang Mei 2021.

“Sebelum melakukan lelang dini itu, ada beberapa tahapan yang harus kita penuhi. Termasuk salah satunya mereview design, melengkapi dokumen untuk menghadapi lelang dini,” ujar Kepala Dispora Sulsel, Andi Arwin Azis.

Usai menandatangani kontrak bersama Dispora Sulsel, Artefak Arkindo yang juga selaku konsultan manajemen konstruksi untuk proyek pembangunan Stadion Mattoanging segera melakukan mereview (tinjau) desain yang disusun oleh PT Arkonin.

Hasil review itulah yang akan menjadi patokan desain untuk pelaksanaan lelang dini terhadap pengerjaan konstruksi Stadion Mattoanging tahun depan.

“Jadi, manajemen konstruksi pengawasan ini sengaja kita dahulukan untuk berkontrak, karena ini nantinya akan bertugas melakukan review terhadap additional design yang disusun oleh PT Arkonin,” beber Andi Arwin.

Langkah berikutnya, Dispora Sulsel segera berkontrak berdasarkan hasil lelang dini yang pemenangnya ditentukan pada Desember 2021 atau paling lambat Januari 2022.

“Jadi awal tahun kita bisa melaksanakan penandatangan kontrak dilanjutkan dengan pembangunan fisik. Karena memang anggaran Stadion Mattoanging itu tersedia di 2022,” terangnya.

Kendati masih perlu melalui lelang dini, Andi Arwin memastikan progres persiapan pembangunan Stadion Mattoanging berjalan sesuai rencana. Sisa menunggu ketersediaan anggarannya di tahun 2022.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena semua sudah siap. Dan kami akan melaksanakan (pembangunan) sesuai alokasi anggaran yang tersedia,” tandas dia.

Untuk diketahui, ada tiga tahapan yang mendesak dilakukan PT Artefak Arkindo sebagai konsultan manajemen konstruksi.

Yakni tahap perencanaan, yakni melakukan koordinasi dengan semua pihak yang terlibat. Termasuk meneliti kelengkapan dokumen perencanaan yang meliputi tes laboratorium dan pemeriksaan hasil perencanaan dari sudut efesiensi sumber daya dan biaya, serta kemungkinan keterlaksanaan konstruksi fisik.

Kemudian, membuat laporan review desain pada setiap tahapan penyusunan rencana teknis sebagai acuan persetujuan pengguna jasa yang meliputi gambar perencanaan, Rencana Kerja dan Syarat (RKS), RAB, Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP), backup volume pekerjaan, kewajaran harga material, spesifikasi teknis dan outline kriteria penerimaan (pengujian, testing and commissioning).

Selanjutnya tahap pelelangan, termasuk di antaranya membantu pengelola kegiatan dalam mempersiapkan dan menyusun program pelaksanaan pelelangan konstruksi fisik.

Juga membantu unit layanan pengadaan barang dan jasa atau kelompok kerja atau pejabat pengadaan dalam penyebarluasan pengumuman pelelangan, baik melalui papan media cetak, maupun media elekronik melalui LPSE, serta menyusun harga perhitungan sendiri (HPS) atau owner’s estimate (OE) pekerjaan konstruksi fisik.

Terakhir, tahap ketiga yakni pelaksanaan. Antara lain mencakup evaluasi dan koordinasi dengan perencana (konsultan pengawasan berkala) terkait hasil perencanaan, perubahan-perubahan/ penyimpangan teknis dan administrasi atas persoalan yang timbul serta pengusulan saat pelaksanaan konstruksi.

Kemudian meneliti kelengkapan dokumen dengan melihat kondisi lapangan, menyusun program pengendalian pelaksanaan konstruksi oleh kontraktor bersama konsultan perencana. Serta membantu proses pemenuhan persyaratan perubahan terhadap dokumen hasil perencanaan.

“Pada tahap ini pula, mereka akan menyusun Rencana Mutu Kontrak kegiatan Konsultan Manajemen Konstruksi sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku, termasuk menyusun pedoman dan kriteria pengendalian dan pengawasan, form-form persetujuan dan form-form penerimaan,” jelas Andi Arwin. (*)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button