Vaksinasi Pelajar Usia 12 Tahun di Jeneponto Terkendala Orang Tua Enggan Berikan Izin

Baaca.id, JENEPONTO – Hingga kini, masih ditemukan kendala pada pelaksanaan vaksinasi di kalangan pelajar usia 12 tahun di Jeneponto. Demikian diungkapkan Kepala Cabang (Kacab) Dinas Pendidikan (Disdik) Wilayah VII Sulsel, Abdul Rahim.

Menurut kacab Disdik yang meliputi Jeneponto dan Takalar itu, kendala pelaksanaan vaksinasi buat pelajar usia 12 tahun ke atas itu sedikit terhambat lantaran masih ada orang tua yang enggan memberikan izin.

“Kami berharap adanya sosialisasi massif dari pemerintah kabupaten kepada orang tua siswa, pentingnya vaksinasi ini. Karena ada pelajar yang ingin vaksin, namun terkendala izin dari orang tua,” ungkapnya.

Olehnya itu, Rahim meminta pemerintah kabupaten setempat, juga para kepala sekolah untuk menyosialisasikan pentingnya vaksinasi dan keamanannya kepada orang tua siswa. Sehingga, vaksinasi bisa kembali dilakukan dibantu oleh mobile vaccinator.

“Ada jadwal kembali tim mobile vaccinator dari provinsi untuk bisa melakukan vaksinasi lagi di sini. Target kami di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Sulsel untuk wilayah Jeneponto dan Takalar, hingga Desember 2021, bisa mencapai cakupan 70 persen vaksinasi bagi pelajar,” jelasnya.

Seperti diketahui, mobile vaccinator yang disiapkan Pemprov Sulsel terus bergerak menyasar sejumlah daerah di Sulsel. Termasuk di Kabupaten Jeneponto.

Di daerah yang dijuluki Butta Turatea itu, tim vaksinator Sulsel melakukan vaksinasi bagi pelajar tingkat SMA sederajat di Jeneponto pada 21 Oktober 2021 dengan melibatkan 22 sekolah.

Menempatkan tujuh titik lokasi vaksinasi dengan target sasaran sebanyak 1.500 pelajar. Dalam pelaksanaan vaksinasi ini, bekerjasama Dinas Kesehatan Sulsel dan Dinas Pendidikan Sulsel.

Pelaksanaan vaksinasi ini sebagai upaya dalam mendukung Kebut Vaksinasi yang dicanangkan oleh Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Hal ini sebagai salah satu langkah hulu dalam penanganan pandemi Covid-19, guna membangun herd immunity (kekebalan kelompok).

Abdul Rahim, mengakui, hadirnya mobile vaccinator sangat membantu percepatan vaksinasi di daerah. Apalagi didukung dengan antusiasme pelajar untuk melakukan vaksinasi.

“Kami telah melaksanakan vaksinasi di tujuh titik dengan sasaran 1.500 pelajar SMA/sederajat di Kabupaten Jeneponto. Para pelajar ini sebelumnya telah mendapatkan persetujuan (izin) dari orangtuanya untuk melakukan vaksinasi,” katanya, Sabtu, 23 Oktober 2021. (*)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button