Viral, Video Jozeph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menantang Polisi

Baaca.id – Seorang pria bernama Jozeph Paul Zhang mendadak viral di media sosial karena membuat sayembara. Jozeph Paul Zhang menantang warga untuk melaporkannya ke polisi karena mengaku sebagai nabi ke-26.

Kini Bareskrim Polri tengah menyelidiki kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Jozeph Paul Zhang. Dia telah dilaporkan ke Bareskrim karena mengaku sebagai nabi ke-26 dan berbagai pernyataan yang dinilai menistakan Islam.

Video dari forum diskusi daring itu  juga diunggah ke akun channel Youtube miliknya, Jozeph Paul Zhang, dengan judul “Puasa Lalim Islam”.

“Orang Islam yang puasa, rakyat yang rugi,” antara lain katanya.

Videonya itu telah ditonton lebih dari 29 ribu kali, dikomentari lebih dari 400 kali, disukai 1.200 penonton dan tidak disukai 1.000 penonton.

Selain mencaci maki Agama Islam, Jozeph Paul Zhang, juga mengaku sebagai nabi ke-26.

Dalam video YouTube yang berdurasi tiga jam lebih itu membincangan berbagai hal mengenai berbagai agama termasuk ibadah puasa bulan Ramadhan. Dia mengaku bahwa puasa bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling tidak nyaman apalagi menjelang hari raya Idul Fitri.

“Apalagi kalau deket-deket Idul Fitri. Dung dung breng dung dung breng Sarimin pergi ke pasar dung dung breng. Wah itu tuh udah paling mengerikan. Itu horor banget,” kata Jozeph.

Bahkan dalam akun chanel Jozeph Paul Zhang dengan berani menantang pihak kepolisian, “Gua kasih sayembara. Gua sudah bikin video. Saya sudah bikin video tantangan. Yang bisa laporin gua ke polisi gua kasih uang yang bisa laporin gua ke polisi penistaan agama. Nih gua nih nabi ke-26, Jozeph Paul Zhang. Meluruskan kesesatan ajaran nabi ke-25.”

Kemudian Jozeph Paul Zhang menantang minimal ada 5 laporan polisi di polres berbeda. Jozeph Paul Zhang akan menghadiahi orang yang melaporkannya Rp1 juta.”Kalau Anda bisa bikin laporan polisi atas nama penistaan agama, gua kasih 1 laporan Rp1 juta. Maksimal lima laporan. Supaya nggak bilang gua ngibul kan jadi kan Rp5 juta. Di wilayah polres yang berbeda. Saya kasih 1 laporan Rp 1 juta. Jadi lima laporan Rp5 juta. Sabar ya. Klub nabi ke-16, lu pake kaus lu disambit orang lu, wah ini dia klub penista agama,” jelasnya.

Dari informasi yang dihimpun, Jozeph diduga telah meninggalkan Indonesia pada 11 Januari 2018. Hal itu diketahui dari data Kantor Imigrasi Kelas I Soekarno Hatta. Ada yang menyebut Jozeph sedang di Hong Kong.
Terkait hal itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, pihaknya masih menyelidiki keberadaan Jozeph termasuk dugaan berada di luar negeri.
Polri belum mau berkomentar banyak atas keberadaan Jozeph. Meski begitu, polisi telah bergerak menyelidiki kasus itu.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button