Warga Soroti Tambang Marmer di Bontocani Bone, Andi Lilo: Mari Persiapkan Diri Hadapi Krisis Air Bersih

Baaca.id, BONE — Keberadaan tambang marmer di Desa Bontojai, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone mendapat sorotan warga. Dokumen legalitas yang mulai dirintis PT Artetis selaku penambang sejak tahun 2016 kini tinggal menyisahkan persoalan akses.

Pemerhati Budaya dan Lingkungan, M. Indris Andi Palloge mengatakan, sebagai warga masyarakat, dirinya kecewa kepada pihak perusahaan dan pemerintah karena tiba-tiba ada izin produksi tanpa ada konsultasi publik yang jelas.

“Jika tambang marmer di Bontocani tetap akan dilanjutkan, maka mari kita mempersiapkan diri untuk menghadapi krisis air bersih,” ujar M. Idris yang akrab dipanggil Andi Lilo ini, Minggu (2/5/2021).

Menurut Andi Lilo yang juga merupakan Ketua Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) Provinsi Sulsel, selain krisis air bersih, jika aktivitas tambang sudah beroperasi, maka akan mengakibatkan minimnya air irigasi untuk pertanian, sektor pertanian hanya mengandalkan air hujan sehingga waktu bercocok tanam hanyalah di musim hujan saja.

Hal yang tak kalah bahaya, lanjut Andi Lilo, adalah tanah longsor. Sebagaimana diketahui, Bontocani ini termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah menengah tinggi.

“Artinya, daerah yang mempunyai potensi menengah tinggi pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan,” ungkapnya.

Sejak 2014 tahun lalu, ESDM sudah mengeluarkan peringatan akan adanya ancaman di Bontocani di mana saat itu setelah hujan deras gerakan tanah terjadi pada Sabtu pagi (24/5/2014) di Jalan Poros, Desa Kahu, Kecamatan Bontocani- Palattae, Kabupaten Bone.

“Bahkan pada saat itu, ESDM mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak membabat hutan karena ancaman longsor ada di depan mata kita,” katanya.

“Kami mohon jangan rampas hak kami untuk menikmati air bersih. Biarkan petani bisa menggarap sawahnya dari aliran sungai. Jangan menghantui kami dengan bencana yang mengerikan,” pungkasnya. (sul)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button