Waw! 11 Oknum Polisi yang Jual Sabu Hasil Tangkapan Terancam Hukuman Mati

Baaca.id, TANJUNGBALAI — 11 oknum anggota polisi yang menjual belasan kilogram sabu- sabu hasil tangkapan, terancam hukuman mati.

Hal itu ditegaskan, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara, Dedi Saragih. Dia mengatakan, pihaknya akan memberikan ancaman dengan ancaman paling berat hukuman mati dan paling ringan penjara selama 20 tahun.

Menurut Dedi, ke-11 oknum anggota polisi dan tiga orang sipil ini disangkakan dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Nakotika.

Saat ini, mereka berada di sel tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Pulo Simardan Kota Tanjung Balai. Mereka sementara menunggu jadwal persidangan.

“Sidang terbuka untuk umum dan kemungkinan besar dilakukan dengan cara virtual,” tutur Dedi.

Sekadar diketahui, 11 oknum anggota polisi ditahan karena menjual belasan kilogram sabu-sabu hasil tangkapan kapal kayu di Sungai Lunang, Kecamatan Sei Kepayang.

Ke-11 oknum polisi tersebut adalah SN (Bripka), Kh (Bripka), JSL (Bripka), RA (Brigadir), ASP (Bripka), HTH (Bripka), Kn (Bintara), War (Aiptu), Tuh (Brigadir), LA (Brigadir), dan ART (Brigadir). Selain 11 oknum anggota polisi tersebut, ada tiga warga sipil, yakni Hen, Sup, dan HA.

Perbuatan mereka bermula pada 19 Mei 2021 lalu, anggota Polres Tanjungbalai bernama Kh dan dua petugas Polairud Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara mengamankan satu kapal kayu di Sungai Lunang, Kecamatan Sei Kepayang.

Ketika kapal itu ditangkap, dua anak buah kapal diduga meninggalkan kapal begitu saja atau melarikan diri. Saat diperiksa oknum anggota tersebut, kapal ini berisi 76 bungkus narkoba jenis sabu yang diperkirakan dalam satu bungkusnya seberat satu kilogram.

Setelah melalui rangkaian tindakan yang dilakukan oknum itu, temuan sabu ini hanya 57 kilogram sabu yang dilaporkan, sehingga membuat ke 11 anggota Polisi ini ditangkap tim Polda Sumut. (#)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button